Cianjur Bisa jadi Destinasi Wisata Dunia

Eka Sastra

RADARCIANJUR.com – DI sela-sela melakukan aksi pengobatan gratis yang menjangkau 50 desa di Cianjur, saya berkunjung ke Pantai Jayanti di Cianjur Selatan, Sabtu (6/4) lalu. Saya terpukau dan meyakini kalau pantai ini tidak kalah indah dari pantai-pantai yang ada di Bali.

Saya sudah sering ke pantai ini dan pemandangannya memang indah dan ikan nya enak dan segar. Ini adalah aset kita yang perlu dijaga dan dikembangkan sehingga bisa menjadi salah satu sumber PAD dari sektor pariwisata.

Di Jawa Barat, Pantai Jayanti belum sepopuler Pantai Pangandaran dan Pantai Palabuhanratu. Padahal, potensi Pantai Jayanti terbilang sangat besar. Pantai yang terletak di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur ini, terbilang masih alami sebab belum banyak sentuhan pemerintah.

Selain bisa melihat-lihat pemandangan, pengunjung bisa menyewa perahu nelayan untuk berkeliling. Sayangnya, belum ada hotel besar yang berinvestasi di sini. Namun, beberapa penginapan sudah dibuka. Penduduk sekitar juga menyewakan rumahnya bagi pengunjung.

Kita bisa membuat masterplan untuk pengembangan pantai ini. Pemerintah bisa bermitra dengan swasta, kemudian membenahi berbagai fasilitas. Di era 4.0, promosi dan kampanye tentang pantai ini bisa dilakukan secara online sehingga menjangkau mancanegara.

Sebagai pengusaha, saya melihat potensi besar pantai ini harusnya tidak tenggelam begitu saja. Strategi yang bisa kita tempuh adalah mengembangkan wisata dengan berbasis pada pengembangan masyarakat dan konservasi ekologis. Contohnya, pendekatan yang ditempuh Gunung Kidul di Yogyakarta, serta Banyuwangi di Jawa Timur.

Mereka membuka akses infrastruktur, kemudian membenahi fasilitas, setelah itu melakukan promosi besar-besaran dengan menggunakan platform teknologi digital. Apabila kita lakukan secara konsisten, maka Pantai Jayanti bisa menjadi destinasi wisata dunia. Ini potensi yang perlu dikembangkan.

Selain berkunjung ke Pantai Jayanti, saya juga bersilaturahmi dan mengunjungi rumah warga menggelar pengobatan gratis yang ditargetkan bisa menjangkau 10.000 warga Cianjur. Saya juga melakukan hal yang sama di Kota Bogor.

Masyarakat selalu antusias menerima kunjungan kami. Apalagi, sejak tahun 2013, layanan Baraya Eka Sastra tetap berjalan. Mulai dari Rumah Sehat yang memberikan pengobatan gratis, Rumah Usaha yang menyediakan bantuan usaha, Rumah Hukum yang menyediakan advokasi hukum, hingga Rumah Aspirasi yang menerima semua masukan dan aspirasi warga.

Semua layanan itu ditujukan untuk masyarakat luas. Kami di Baraya Eka Sastra memberikan BestCard untuk mengakses layanan, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan. Kami berharap ikatan itu tetap terjaga, bukan hanya saat Pemilu saja.

(*)