Lho Kok, Benih Jagung Bantuan Diperjualbelikan

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Benih jagung bersubsidi dengan tulisan ‘Tidak untuk Diperjualbelikan’ diduga dijual bebas di wilayah Sindangbarang, Cianjur selatan. Benih jagung tersebut dijual dengan harga Rp190 ribu per karungnya.

Belum diketahui siapa oknum yang menyebarkan benih jagung tersebut untuk dijual. Dari informasi yang didapat Radar Cianjur dari salah seorang pemilik toko di wilayah tersebut, benih itu didapat dari seseorang yang tak ia ketahui jelas identitasnya.

Bahkan, ada juga orang yang mengaku dari UPTD dan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur. Namun tidak bisa dipastikan bahwa orang tersebut benar-benar dari UPTD dan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur.

Direktur Cianjur Aktivis Independen, Farid Sandi pun angkat bicara terkait kabar benih jagung bentuan dari pemerintah pusat yang diperuntukkan gratis bagi para kelompok tani yang diperjualbelikan tersebut.

Menurutnya, jika memang benar kabar tersebut, maka hal itu dinilainya sebagai kejahatan luar biasa.

“Pada prinsipnya apabila memang ini terjadi jual beli benih yang tidak seharusnya dijual, ini merupakan kejahatan luar biasa. Pasalnya ini harusnya sampai ke masyarakat dengan gratis,” ujar Farid Sandi, di Cianjur, Selasa (9/4).

Berdasarkan penelusurannya selama ini, ungkap Farid Sandi, benih jagung bantuan untuk petani yang dijual bebas itu tidak terjadi hari ini saja. Pihaknya menduga, penjualan benih jagung subsidi tersebut sudah terjadi setiap tahunnya.

“Kami pikir bukan kali ini saja. Ini sering terjadi dari tahun ke tahun. Tentu dalam hal ini sama dengan tindak pidana korupsi,” tegas Farid Sandi.

Selain itu, pihaknya menilai sudah terjadi penyalahgunaan wewenang sesuai dengan Undang-undang No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Karena itu, pihaknya mendesak kepada aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam dan secepatnya melakukan penyelidikan atas penemuan tersebut.

“Kami juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan atas kejadian ini. Harus ditindak ini dzolim namanya karena sudah merampas hak para petani,” desak Farid Sandi.

Sementara, dari informasi yang diterima Radar Cianjur, dugaan penjualan benih jagung bantuan pemerintah pusat itu sudah sampai ke tangan aparat.

Bahkan, aparat saat ini tengah meluncur ke lapangan untuk mengumpulkan bahan dan barang bukti terkait adanya dugaan jual beli benih jagung bantuan ini.

Dikonfirmasi terpisah, Dinas Pertanian mengaku sudah mendengar adanya kabar penjualan benih jagung dimaksud. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan adanya dugaan jual beli benih jagung ini.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Dandan Hendayana mengatakan, pihaknya sudah menelusuri jenis benih yang diperjualbelikan tersebut.

“Sejauh ini kami sedang mengecek kebenaran kabar tersebut. Kami sedang mengkonfirmasi dari jenis benih yang diterima kelompok tani dengan benih yang dikabarkan dijual bebas,” ujar Dandan melalui sambungan telepon.

Ia mengatakan, dari informasi sementara, terdapat perbedaan jenis varietas benihnya.

“Jadi benih bantuan yang diterima poktan di Cianjur selatan adalah BISI 18 dan BISI 228. Sementara benih yang dijualbelikan adalah BISI 222,” katanya.

Menurutnya, kemungkinan kalau disimpulkan sementara jika itu adalah benih subsidi yang dijualbelikan bukan dari benih bantuan untuk wilayah Cianjur selatan.

“Artinya ada pihak lain yang sengaja memperjualbelikan benih bantuan dari daerah lain ke wilayah tersebut,” katanya.

(dil)