Pecat Ratusan Karyawan, Ada Apa dengan PDAM Cianjur?

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Adanya rasionalisasi karyawan di PDAM Tirta Mukti ternyata belum diketahui sejumlah pihak. Bahkan sejumlah karyawan BUMD tersebut mengaku belum mengatahui adanya rencanya pengurangan tenaga kerja.

Salah seorang karyawan PDAM Tirta yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya tidak mengetahui adanya masalah kelebihan karyawan di tempat ia bekerja selama ini.

Namun menurutnya, sejak awal tahun 2018 lalu, aturan di PDAM Tirta Mukti menjadi lebih ketat.

“Kalau masalah kelebihan karyawan saya tidak tahu. Setahu saya aturan disini menjadi ketat. Sehari gak masuk aja pasti mendapat surat peringatan pertama,” katanya, Selasa (9/4).

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, H Sapturo yang dikonfirmasi terkait rencana pemecatan ratusan karyawan PDAM Tirta Mukti itu juga mengaku belum mengetahuinya.

“Saya belum terima kabar rencana pengurangan karyawan di PDAM Tirta Mukti,” katanya via sambungan telepon.

Sebaliknya, Sapturo menanyakan kepada Radar Cianjur kapan pastinya rencana tersebut dilaksanakan.

Diberitakan sebelumnya PDAM Tirtamukti Cianjur berencana akan memangkas 200 orang karyawan dari total 400 karyawan yang dimiliki.

Pemangkasan itu dilakukan mengingat jumlah karyawan yang dinilai berlebih sehingga tidak sebanding dengan pemasukan. Sementara pengeluaran cukup besar.

Direktur Utama PDAM Tirta Mukti Cianjur, Budi Karyawan mengatakan, pemangkasan dilakukan karena perbandingan saat ini masih jauh dari angka ideal.

Budi mengisyaratkan, pengurangan karyawan itu bukan hanya berlaku bagi karyawan yang di lapangan saja. Melainkan karyawan yang selama ini berada di kantor (staf, red) tanpa terkecuali.

Menurutnya, pemangkasan juga dilakukan untuk meningkatkan kinerja PDAM Tirta Mukti kepada pelanggan.

“Ada beberapa kriteria yang akan kami lakukan, satu di antaranya dari kinerja dan pemangkasan akan dilakukan secara bertahap,” kata Budi di kantor PDAM Tirta Mukti, Cianjur, Senin (8/4) kemarin lusa.

Budi mengatakan, penguranan karyawan sejatinya sudah dilakukan sejak 2018 hingga saat ini dengan ‘merumahkan’ 18 keryawan.

“Ada yang pensiun, ada yang pensiun dini, ada juga yang indisipliner,” beber Budi.

Budi mengatakan, untuk mengimbangi kekurangan pegawai pihaknya menggratiskan pemasangan pelanggan baru yang daya listrik rumahnya hanya 450 watt.

“Kami sudah diinstruksikan sampai tahun 2030 tak menerima lagi pegawai,” katanya.

Karena itu, ia memperingatkan kepada jajarannya atau siapapun jangan sampai ada yang memaksakan memasukkan pegawai baru ke lingkungan PDAM Tirta Mukti.

“Di media sosial memang sempat ramai, ada pihak yang mengaku dekat dengan pejabat, sudah membayar untuk masuk. Saya tegaskan di sini tak ada hal seperti itu. Bagi yang sudah merasa tertipu silakan selesaikan sendiri dengan orang yang bersangkutan,” ujarnya.

Budi mengatakan, PDAM Tirta Mukti saat ini hanya menerima tukang gali untuk meneruskan beberapa pekerjaan yang ada.

“Pengecualian kami masih mempekerjakan untuk tukang gali saja,” ujarnya.

Budi mengatakan, tiga orang terakhir yang diberhentikan dari PDAM karena yang bersangkutan mendaftar jadi caleg namun tak memberitahukan kepada direksi PDAM.

“Makanya saya berhentikan,” katanya.

(dil)