Plt-Eks Kadisdik Cianjur Ribut Soal Bus Sekolah Mangkrak

Dengan kondisi kumel bus pintar terparkur di halaman Dinas Pendidikan.

RADARCIANJUR.com – Mangkraknya bus sekolah keliling Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur menyisakan bola panas. Kejanggalan pun terkuak. Mantan Kepala Disdik Cianjur, Cecep Alamsyah pun geleng-geleng kepala menyayangkan sikap Plt Kadisdik Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal yang dinilai terlalu cepat bertindak. Namun bagi Oting, ia pun tak gentar bahkan hendak melapor ke Polda dan KPK.

Berdasarkan penelusuran, alibi mangkraknya bus itu bersumber dari form A faktur jual beli bus yang hilang. Hilangnya faktur jual beli bus membuat proses pembuatan STNK terlambat. Fakta baru tersebut diketahui setelah mantan Kasubag Penyusunan Progam di Disdik Cianjur, Robi mendatangi pihak dealer.

“Saat itu saya menjabat sebagai kasubag penyusunan program di Disdik. Proses awal, bus harus diadakan karena atas prakarsa bupati melalui kepala dinas perencanaan memang dilakukan secara top down,” ujar Robi, Rabu (10/4).

Ia mengatakan, tujuan mulia diadakannya bus sekolah keliling untuk meningkatkan taraf angka anak sekolah yang saat itu masih 6,1, maka dibeli bus yang didesain seperti kelas berjalan. “Proses pengadaan bus dilakukan secara e-katalog, dilakukan oleh PPK barang datang langsung bayar, lalu setelah itu baru ada proses lelang karesori,” tutur Robi.

Robi menambahkan, kala itu munculah penetapan pemenang lelang karesori dengan pendukung Delima Jaya. Saat pembuatan surat keterangan rubah bentuk, kata Robi, ada mutasi dan rotasi jabatan. Ia pun pindah menjadi Kabid di Dinas Perizinan. “Sepengetahuan saya surat keterangan rubah bentuk sudah dikirim ke Dinas Pendidikan. Namun, karena saya sudah pindah maka saya tak mengetahui siapa yang menerimanya,” ungkapnya.

Karena masih merasa bertanggungjawab, Robi pun kembali menelusuri kenapa sampai STNK mobil bus sekolah tersebut tak keluar. Ia pun lantas menanyakan keberadaan surat keterangan jual beli kepada pihak dealer. “Saya telusuri, ternyata kendala ada di dealer antara karesori dan dealer. Pihak dealer beragumen manajemen dealer berganti orang jadi masalah belum selesai. Sampai kemarin saya memastikan kenapa itu masih belum keluar,” kata Robi.

Ia pun merasa tak nyaman dengan mencuatnya kasus bus sekolah yang kini sudah menjadi polemik di masyarakat. “Jadi disangka membeli mobil bodong,” ulasnya.

Menurutnya, yang menjadi rasa heran pihaknya yaitu permasalahan bus tak diselesaikan secara cepat oleh pejabat setelah ia berpindah.
“Harusnya kalau ada masalah tak boleh stagnan harusnya ada kelanjutan. Coba pada waktu pemeriksaan BPK ada LHP dari bus tersebut,” katanya.

Saat ini, ia mendesak PT Cahaya Abadi Mobilindo selaku penanggungjawab atas hilangnya faktur jual beli. “Kewajiban Disdik sudah ditempuh. Pihak dealer belum bisa memastikan kapan selesainya,” ungkap Robi.

Sementara itu, mantan Kadisdik Kabupaten Cianjur, Cecep Alamsyah di hadapan wartawan, sempat menyayangkan sikap Kadisdik baru, Oting Zaenal Mutakin yang mengangkat masalah bus mangkrak tersebut di media masa. “Kita kan sesama OPD. Kalau ada masalah jangan buru-buru ngundang wartawan, seharusnya diselesaikan antar OPD,” katanya.

Terpisah, Kadisdik baru, Oting mengatakan, pihakanya akan menelusuri kebenaran atas mangkraknya bus tersebut. “Bila perlu akan saya laporkan masalah ini ke Polda, bahkan bila perlu dilaporkan ke KPK,” tegasnya. (dil)