Sah! Jumlah DPT Cianjur 1,6 Juta

MANTAPKAN DPT: Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cianjur melaksanakan rapat pleno penetapan daftar pemilih tetap (DPT) di Kantor KPUD Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Cianjur melakukan rapat pleno terakhir mengenai penetapan daftar pemilih tetap hasil perbaikan ketiga (DPTHP 3) yang dilakukan di Kantor KPUD Cianjur yang beralamat di Jalan Taifur Yusuf Nomor 35, Bojongherang, Cianjur.

Pada rapat yang berlangsung sejak pukul 19:00 hingga 21:30 WIB ini pun dibahas mengenai penetapan jumlah DPTHP 3 Kabupaten Cianjur sebanyak 1.666.979. Selain itu, dilakukan pula pengembalian daftar pemilih khusus (DPK) menjadi DPT yang sebelumnya direkomendasikan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur sebanyak 84 orang. Namun, berdasarkan surat edaran 651 tahun 2019 dikembalikan menjadi DPK.

“Rapat pleno ini membahas mengenai penetapan DPTHP ketiga. Poin-poinnya seperti pengembalian DPK yang direkomendasikan oleh Bawaslu Kabupaten Cianjur sebanyak 84 orang menjadi DPT dan akhirnya dikembalikan lagi menjadi DPK. Itu berdasarkan surat edaran 651 tahun 2019 dan menetapkan DPTHP 3 sebanyak 1.666.979 orang,” ujar Divisi Hukum KPUD Cianjur, Selly Nurdiah.

Selain DPTHP 3 dan penetapan DPK, KPUD Cianjur pun membahas mengenai rekapitulasi daftar pemilih tambahan (DPTB) yang dibagi menjadi dua jenis yakni DPTB masuk dan DPTB keluar.

Lanjutnya, DPTB masuk yaitu pemilih yang dari luar Kabupaten Cianjur yang turut ingin memberikan suaranya dalam pemilu nanti dan melaksanakan pencoblosan di wilayah Kabupaten Cianjur. Sementara DPTB keluar adalah masyarakat Kabupaten Cianjur yang tidak sempat memilih di Kota Taucho pada tanggal 17 April 2019 nanti dikarenakan berbagai hal, dari mulai tidak mendapatkan libur dan jarak yang jauh.

Jumlah DPTB masuk dan keluar yang terdata oleh KPUD Cianjur berjumlah 2.560 dan 2.655. “Kalau DPTB masuk itu masyarakat dari luar Cianjur yang ingin mengikuti pencoblosan di Cianjur, sementara DPTB keluar itu masyarakat Cianjur yang tidak bisa memilih di Cianjur karena berbagai hal,” paparnya.

(kim)