Hotel di Cipanas Mulai ’Sembuh’

RADARCIPANAS.com – Bisnis perhotelan dan restoran di jalur Puncak- Cipanas yang sempat mengalami penurunan drastis, kini mulai berangsur-angsur membaik.

Turunnya okupansi tersebut lantaran ditutupnya jalur nasional itu dari angkutan umum berukuran besar seperti bus usai longsor di sejumlah titik.

Akibatnya, kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut mengalami penurunan drastis sampai dengan 60 persen.

Kini, kendaraan-kendaraan besar seperti bus sudah diperbolehkan melintas.

Kendati sudah berangsur ’sembuh’ para pengunjung yang datang ke hotel atau restoran tersebut, 40 persen lebih didominasi mereka yang sebelumnya sudah pernah datang atau reapeter, bukan pengunjung baru.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPC Kabupaten Cianjur, Nano Indrapraja mengatakan, dengan dibukanya jalur tersebut, bisa membuka peluang bisnis kembali bagi hotel-hotel dan restoran yang datang ke Cipanas Cianjur ini.

”Jalur alternatif Jonggol memang bukan satu pilihan solusi yang cukup baik, ketika jalur puncak ditutup. Namun tetap jalur puncak utama, walaupun padat menjadi tujuan terbaik bagi para pengunjung ke Cipanas Cianjur,” ujar Nano.

Dikatakan Nano, ada empat titik longsor pada saat itu di Puncak Bogor dan Cipanas. Tetapi untuk saat ini, sudah mulai membaik, bahkan jalan di dekat salah satu hotel di Puncak Pas juga sudah diperlebar dan kuat. Hanya saja menurutnya, hal tersebut perlu perapihan-perapihan yang lebih baik lagi.

”Dampak dari perubahan kali ini mudah-mudahan bisa menjadi efek yang baik bagi para pengusaha semua di Cianjur. Terutama bagi hotel-hotel dan restoran,” harapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, memang dampak mulainya longsor di Februari 2018 lalu selama setahun lebih itu, menjadi hal yang kurang baik dan sangat berpengaruh untuk industri perhotelan serta restoran di Kabupaten Cianjur.

”Bahkan pengarauhnya ini beberapa hotel, ada yang sampai tutup dan tidak dioperasikan lagi. Semoga sekarang ini bisa lebih membaik terus,” tambahnya.

Ia mengatakan, bersama-sama dengan pemerintah Kabupaten Cianjur dan stakeholder industri perhotelan dan restoran, bisa membangkitkan kembali citra usaha tersebut. Ia berharap, pemerintah pun bisa lebih konsen usaha yang ada di Kabupaten Cianjur ini. Baik dengan cara mengadakan festival-festival yang bertujuan untuk memperlihatkan kembali seni budaya yang ada di Kabupaten Cianjur.

”Sebetulnya banyak cara untuk membangkitkan industri usaha ini, hanya saja jika pemerintah bisa saling bersinergi, Insya Allah akan kembali terwujud pariwisata Cianjur yang maju,” kata Nano.

Sementara itu, salah satu marketing Communication (Marcom) Hotel Palace, Noura Meitha mengatakan, cukup berpengaruh juga dengan dibukanya jalur Puncak-Cipanas ini, walaupun tidak begitu signifikan.

”Bagi kami para pengelola industri hotel cukup bergembira juga pasca dibukanya jalur itu. Walaupun baru 20 hingga 30 persen peningkatan ini terjadi,” kata Noura.

Terlebih, jika dibandingkan dengan tahun lalu sejak masih ditutupnya jalur tersebut, menurutnya, ini cukup membantu sekali perubahan yang terjadi. Tetapi kadangkala masih ada pengunjung atau wisatawan yang akan datang ke Cipanas Cianjur masih ragu. Karena takut terjadi lagi longsor atau kendala akses jalan menuju ke Cianjur.

”Mudah-mudahan saja anggapan para wisatawan itu tidak terjadi. Dan semoga saja pengunjung atau tamu hotel bisa lebih meningkat, dan bahkan lebih ramai lagi,” pungkasnya.

(dan)