Cianjur Banjir, PUPR Enggan Disalahkan

Sejumlah wilayah di pusat kota Cianjur tergenang banjir

RADARCIANJUR.com – Hujan deras disertai angin kencang dan petir yang melanda Cianjur akhir-akhir ini, sampai membuat sejumlah wilayah banjir dan tergenang air. Pemandangan itu menjadi kali pertama karena sebelumnya belum pernah terjadi.

Seperti hujan pada Sabtu akhir pekan lalu dimana Jalan Mangunsarkoro pun tergenang air setinggi lebih kurang 50 sentimeter. Bahkan, air pun sampai melebihi ketinggian trotoar yang ada di kanan-kiri jalan.

Ucuy (45) salah seorang warga Kecamatan Sayangkulon, Kecamatan Cianjur membenarkan, banjir di jalan raya saat itu mencapai 50 sentimeter. Hal itu ditambah dengan kurang memadainya gorong-gorong serta menumpuknya sampah di drainase.

“Padahal sebelumnya sudah ada pembangunan (drainase, red) tapi tetap saja malah banjir. Ada dugaan mengerjaan asal-asalan, jadi bila turun hujan, air tidak tertampung dan selalu bajir,” tuturnya.

Ucuy menyarankan, sebaiknya ada perbaikan drainase dan gorong-gorong di wilayah perkotaan. Salah satu saranya adalah dengan diperlebar ukurannya dan dibersihkan secara rutin dari sampah agar tak menyumbat saluran.

“Masalahnya itu kalau datang hujan, lalu banjir dan sampah banyak, air solokan itu berbalik ke rumah warga jadi banjir. Padahal dulu enggak ada ceritanya Cianjur itu sampai banjir. Baru sekarang,” ucapnya.

Banjir juga terjadi di Jalan Ir H Juanda, tepatnya di Gg Selakopi RT 03/17, Kelurahan Bojongherang. Di wilayah tersebut, selalu dilanda banjir jika hujan deras dan masuk ke rumah-rumah warga.

Tommy (40), salah seorang warga setempat menyatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak lama. Setiap hujan deras turun, dipastikan banjir ikut menggenangi rumah-rumah warga. Apalagi, saluran air di lokasi itu terbilang cukup sempit sehingga tak menampung debit air yang cukup besar.

“Perlu ada perbaikan, jangan sampai pembangunan taman dan trotoar malah merugikan masyarakat gini,” sesalnya.

Berdasarkan data Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, beberapa titik lokasi rawan banjir di pusat jantung kota di antaranya Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan Yulius Usman, Jalan Ir H Juanda, Jalan Taifur Yusuf, dan Jalan Muka.

Kepala Bidang (Kabid) Preservasi Jalan Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, Didi Sunardi menyatakan, ada dua faktor yang menyebabkan banjir di Cianjur, yaitu drainase, jalan dan lingkungan. Selain itu, juga adanya penumpukan sampah di drainase itu sendiri.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dan terus berupaya, tapi mau bagaimana lagi, bila hujan terus tidak bisa dipungkiri akan terjadi banjir. Maka itu, harus diketahui dan dipahami, masalahnya itu akibat penumpukan sampah dan pendangkalan,” katanya.

Didi menyambungkan, selain itu ada masalah ketidaksesuaian drainase di perkampungan yang tak memiliki ukuran standar, tak sebanding dengan drainase di sisi jalan. Sebaliknya, pihaknya mengklaim bahwa drainase yang dibangun pihaknya sudah sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan.

“Bangunan atau toko di sisi jalan itu penampungan airnya semua mengarah ke drainase jalan,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengkritisi masyarakat yang dinilainya tak taat dalam membuang sampah. Akibatnya, sampah yang dibuang sembarangan itu menumpuk hingga membuat pendangkalan pada drainase.

“Secara garis besarnya akibat sampah penumpuk. Itu kembali lagi pada masyarakatnya sendiri,” pungkasnya.

(mat)