Buntut Karyawati Meninggal Keracunan Gas Genset, Alfamart Tidak Paham Aturan?

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Salah satu karyawan mini market Alfamart di Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang, diketahui meninggal dunia diduga akibat keracunan asap genset yang diletakkan di gudang. Para korban ditemukan tergelatak di gudang oleh karyawan shift pagi.

Salah satu korban, Susi Puspita Sari (23) ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan mulut berbusa. Sedangkan korban Zulfan (17), ditemukan dalam kondisi lemas dan masih tertolong nyawanya.

Dekan Fakultas Teknik (FT) Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, Ali Subhan menegaskan, penempatan genset sudah seharusnya tidak ditempatkan di dalam ruangan. Akan tetapi, harus di luar ruangan. Hal itu guna menghindari sebaran gas dan asap hasil pembakaran genset tersebut.

“Harusnya genset memang tidak ditempatkan di dalam ruangan, tapi di luar, agar pembuangannya bisa langsung keluar,” tegasnya dikonfirmasi Radar Cianjur, kemarin.

Ali melanjutkan, kalaupun genset ditempatkan di dalam ruang pun sejatinya tak masalah. Asalkan, dibuat saluran pembungan gas yang bisa langsung keluar dan tidak gas genset yang mengandung racun itu tidak tetap berada di dalam ruangan.

“Boleh di dalam, tapi harus ada saluran pembuangannya, biar bisa langsung keluar ruangan, tidak berkumpul di dalam ruangan,” bebernya.

Menilik pada penempatan genset di dalam ruangan dalam kasus ini, Ali menilai, seharusnya pihak pengelola mini market lebih dulu membuat kajian dan standarisasi tentang penyimpanan dan penempatan genset di dalam ruangan.

Hal itu kemudian dituangkan ke dalam SOP perusahaan yang memang harus ditaati dan dijalankan.

“Yang harus diperhatikan juga adalah dari perawatannya. Jika sampai memakan korban jiwa, berarti pengelola belum maksimal dalam standarisasi keamanan pegawainya dan juga kontrol dalam segala peralatan seperti genset ini,” terangnya.

Terpisah, Divisi Corporate PT Sumber Alfaria Trijaya TBK Cianjur-Sukabumi, Iwan Kurniawan mengatakan, peristiwa yang menyebabkan salah seorang karyawati meninggal dunia dan satu karyawan mengalami kritis itu murni karena kecelakaan kerja.

Pihaknya juga membantah bahwa penempatan genset di dalam ruangan itu telah melanggar SOP perusahaan.

“Kita sudah sesuai SOP dalam pengoperasian genset,” katanya.

Sedangkan untuk karyawan yang menjadi korban, pihaknya berjanji akan bertanggungjawab untuk mengobati salah satu karyawan yang saat ini masih dirawat di RSUD Cianjur.

Selain itu, pihaknya juga berjanji akan bertanggungjawab dalam hal pengurusan jenasah korban hingga hak-haknya sebagai karyawan.

“Sebagai rasa peduli kita, selain pihak perusahaan, para karyawan juga memberi santunan kepada keluarga almarhumah,” janjinya.

Panit 2 Reskrim Polsek Warungkondang, Aiptu Rahmat mengatakan, dari ketarangan saksi di lapangan, korban saat itu diketahui tidak sendiri. Melainkan bersama seorang rekan lainnya, sesama karyawan mini market tersebut.

“Korban berinisial SPS (23) dan Z (17). Ada dua orang, ditemukan di gudang,” terang Rahmat.

Rahmat menyambungkan, korban sendiri kali pertama ditemukan oleh karyawan lainnya, VN, yang saat itu masuk shift pagi. Saat itu, saksi melihat korban sudah dalam posisi tertelungkup.

“Ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB. Saksi melihat korban sudah tidak bergerak,” katanya.

Saksi, lanjut Rahmat, kemudian mencoba membangunkan dengan cara membalikkan tubuh korban. Namun, saksi melihat ada busa keluar dari mulut korban. Sedangkan korban Z saat itu sudah dalam kondisi lemas.

“Saksi selajutnya meminta pertolongan warga sekitar untuk menolong kedua korban dan langsung membawa keduanya ke rumah sakit,” lanjutnya.

Ia menerangkan, kedua korban baik yang selamat atau yang meninggal dunia merupakan karyawan mini market itu. Korban ditemukan di dalam gudang.

“Kami juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara,” ucapnya.

Dari olah TKP dan penyelidikan sementara, korban diduga mengalami keracunan gas buang dari genset yang ada di gudang mini market tersebut. Sebab, pada Sabtu malam, terjadi pemadaman listrik di wilayah tersebut.

“Pada malam itu terjadi pemadaman listrik. Korban melakukan penerangan lampu dengan menggunakan genset dalam ruangan tertup (gudang). Diduga korban keracunan asap yang keluar dari genset,” katanya.

Dugaan awal, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (13/4) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Karena pada jam itu, mini market tersebut tutup.

Akan tetapi, tegas Rahamt, pihaknya masih enggan menyimpulkan lebih awal terkait penyebab pasti meninggalnya korban. Untuk itu, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dan pemeriksaan dari RSUD Cianjur dan INAFIS Polres Cianjur.

“Kami belum mendapat penjelasan dari RSUD, korban meninggal akibat keracunan asap genset, tapi itu hanya dugaan sementara,” jelasnya.

Namun dalam perkembangannya, kasus ini sudah tidak lagi ditangani Polsek Warungkondang. Melainkan sudah diambil alih oleh Sat Reskrim Polres Cianjur.

“Saya tidak tahu seperti lanjutannya karena kasus itu ditamgani oleh Polres Cianjur,” tutupnya.

(kim/dil)