Hari ini, 1,6 Juta Warga Cianjur Nyoblos

RADARCIANJUR.com – Sebanyak 1,6 juta warga Kabupaten Cianjur sesuai daftar pemilih tetap (DPT) akan menyalurkan hak politiknya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) hari ini, Rabu (17/4).

Jumlah 1.666.979 jiwa pemilih akan datang ke 6.874 TPS yang tersebar di 358 desa/kelurahan dan 32 kecamatan, dengan jumlah pengamanan personil 15 TPS oleh satu polisi, satu TNI dan 30 Linmas dengan jumlah keseluruhan pengamanan se Kabupaten Cianjur 678 polisi, 675 personil TNI dan 13.578 personil Linmas.

Sementara memasuki masa injury time pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cianjur nampaknya sedikit mengalami kendala. Salah satunya banyaknya kotak suara yang rusak akibat terkena air hujan.

Kotak suara yang terbuat dari bahan kardus ini beberapa diantaranya ada yang robek bahkan sudah menjadi kepingan. Hal tersebut terlihat di Gedung Serbaguna Bale Rancage, Jalan Siliwangi Cianjur, Selasa (16/4).

Bukan hanya di Bale Rancage saja, namun nampaknya kerusakan pun terjadi di PPK Cilaku sebanyak 300 unit kotak suara. Informasi tersebut diterima oleh KPUD Cianjur dari PPK Cilaku.

“Kurang lebih 300 kotak suara yang rusak di PPK Cilaku, itu berdasarkan laporan kepada kami (KPUD Cianjur,red) saat ini sedang mencari jalan keluarnya,” ujar Divisi Teknis Pelaksanaan KPUD Cianjur, Ridwan Abdullah.

Bahkan hingga tadi malam, pendistribusian ke PPK Cilaku belum dilakukan karena hujan deras yang mengguyur Kabupaten Cianjur dari siang hingga sore hari.

Pihak KPUD pun terus berupaya untuk terus bekerja keras agar semua tepat pada waktunya, hingga pelaksanaan pemilu besok (hari ini,red) dapat berjalan dengan lancar. “Tentunya kami berupaya semaksimal mungkin dan mengupayakan untuk mencari solusi atas kotak suara yang rusak, sehingga besok (hari ini,red) pemilu bisa terlaksana,” tambahnya.

Di sisi lain, terkait surat C1 Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur yang tertukar dengan surat C1 Provinsi Sumatera Selatan, pihaknya membenarkan hal tersebut. Hingga saat ini terus berupaya menelusuri surat yang tertukar tersebut.

Tak tinggal diam, KPUD Cianjur pun langsung bergerak melakukan koordinasi dengan PPK Mande dan melakukan verifikasi datanya. “Memang benar tertukar dengan Sumatera Selatan dan saat ini kami berupaya untuk menelusuri serta berkoordinasi dengan PPK Mande untuk melakukan verifikasi datanya,” ungkapnya.

Terpisah, Komite Independent Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Barat, Irhan mengungkapkan, KPUD Cianjur harus mengambil sikap di hari terakhir ini dikarenakan di lokasi tidak terlihat petugas KPUD Cianjur. Selain itu, pihaknya menelusuri masih adanya kotak suara yang belum diganti seperti di Kecamatan Haurwangi.

“Ini seharusnya jadi hari terakhir untuk pengiriman, ketika di lokasi tidak ada pekerja, maka KPU harus mengambil sikap tentunya bagaimana distribusi bisa sampai ke KPPS. Selain itu, ada kotak suara yang belum diganti sama sekali seperti di Haurwangi yang kurang lebih delapan kotak suara,” terangnya.

Lanjutnya, dirinya mengimbau agar pemilu 2019 ini jangan sampai seperti tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, Kabupaten Cianjur disorot di Jawa Barat. Jika sampai terulang kembali, ia pun menilai KPUD Cianjur tidak mengevaluasi dari tahun sebelumnya.

“Kotak suara ini adalah aset negara yang harus diselamatkan, ketika prosedur yang tidak sesuai mekanisme artinya harus mengambil sikap dalam memperbaiki,” tegasnya.

Sementara itu, patauan Radar Cianjur (16/4) pagi, gudang KPUD Cianjur tampak kumuh, kardus-kardus kotak suara yang rusak berserakan, bahkan beberapa diantaranya terlihat sudah hancur karena tersiram air hujan dan terinjak-injak oleh ratusan orang pekerja distribusi logistik.

Di tempat itu juga terlihat setengah kotak masih basah dan berair, kardus kotak suara yang rusak tersebut masih dibiarkan teronggok di halaman gudang.

Kerusakan kotak suara untuk Pemilu 2019 di Kecamatan Bojongpicung dan Haurwangi juga mengalami kerusakan. Hal itu disebabkan cuaca ekstrem yang terjadi saat proses pendistribusian.

Meskipun puluhan kotak suara rusak, namun Ketua KPUD Cianjur, Hilman Wahyudi, mengatakan tidak ada kerusakan surat suara. “Kerusakan kotak suara ada tapi bisa tertanggulangi. Jumlahnya di bawah 50 buah, ada di Kecamatan Bojongpicung dan Haurwangi. Kalau untuk surat suara tidak ada masalah karena sudah betul-betul terproteksi,” kata Hilman.

Menurutnya pendistribusian logistik cukup rumit mengingat cuaca yang ekstrem. Hal itu sangat berdampak pada jadwal pendistribusian logistik Pemilu Serentak 2019.

“Cuaca ekstrem dua hari ini sudah jelas sangat berpengaruh. Ini jadi hambatan kami di lapangan, kondisi ini cukup berdampak terhadap jadwal distribusi yang molor,” ungkapnya.

Kepala Sekretariat KPUD Cianjur Endan Hamdani menambahkan jumlah kotak suara di gudang KPUD Cianjur jumlahnya belum terdeteksi, dan tidak menghambat pada pendistribusian logistik karena kotak suara yang rusak sudah diganti. “Kami belum menghitung kotak suara yang rusak, karena saat ini kami masih fokus untuk pendistribusian,” tambahnya.

(kim/dil)