Sambangi Cianjur, Kapolda dan Pangdam Pastikan Pemilu Aman

KESIAPAN: Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto bersama Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Tri Soewandono, didampingi Kapolres Cianjur AKBP Soliyah dan Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Rendra Dewi Ardhani mengecek keamanan jelang Pemilu. Foto:Fadilah Munajat/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Satu hari jelang Pemilu, Kapolda Jawa Barat dan Pangdam III Siliwangi, berkunjung ke Kabupaten Cianjur dengan menggunakan helikopter dinas. Tujuanya untuk monitoring peningkatkan pengamanan dan keamanan.

Pada kunjungan tersebut, Kapoda dan Pangdam melakukan pengecekan kesiapan petugas via udara, untuk melakukan patroli keamanan di Kabupaten Cianjur.

Sekitar pukul 10.00 Wib helikopter mendarat sempurna di Lapang Prawatasari Joglo Cianjur. Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto bersama Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Tri Soewandono, yang menggunakan pakaian PDL lengkap, langsung menyalami satu persatu anak buahnya.

Didampingi Kapolres Cianjur AKBP Soliyah dan Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Rendra Dewi Ardhani, kedua petinggi keamanan di Jawa Barat itu, langsung nampak melakukan koordinasi keamanan.

Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, jelang pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 di Jawa Barat aman dan kondusif. “Ini mencerminkan tingkat demokrasi masyarakat Jawa Barat sangat tinggi,” kata Agung.

Saat hari pencoblosan Pemilu, pihaknya mengimbau agar masyarakat yang mempunyai hak pilih bisa datang ke TPS untuk memberikan suaranya. “Pesta demokrasi ini dilaksanakan hanya lima tahun sekali, untuk menentukan para wakil rakyat dan pemimpin negara,” ujarnya.

Ia meyakinkan bahwa TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat aparatur Pemerintah Daerah siap menjamin keamanan dari proses demokrasi ini. “Tidak semuanya satu TPS satu Polri, tapi bersinergi dengan Babinsa dan Linmas untuk bisa mengamankan proses demokrasi ini,” ungkapnya.

Menurutnya di Jawa Barat ada beberapa lokasi penyelenggaraan pencoblosan yang terkena bencana alam, untuk di Bandung terjadi di Soreang, Bale Endah, ada 15 TPS yang harus dipindah karena terkena banjir, tetapi hal itu sudah diinformasikan kepada masyarakat yang ada di daerah itu.

Selain itu, di Indramayu meski sebagian logistik sempat terkena banjir namun saat ini sudah mulai kering, jadi TPS tak perlu dipindah. Sedangkan untuk Kabupaten Bogor ada beberapa kotak suara yang rusak akibat terjangan angin puting beliung namun saat ini kotak suaranya telah diganti dan surat suara dibungkus dengan plastik jadi tidak ada masalah.

“Untuk kekurangan surat suara di Bogor sudah dipenuhi oleh KPU RI dan KPU Jawa Barat, jadi klir semua 33 ribu sudah dipenuhi semua,” tambahnya.

(dil)