Bawaslu Minta Enam Kecamatan di Cianjur Pemilu Ulang

RADARCIANJUR.com – Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) 2019 di Kabupaten Cianjur diwarnai segudang masalah. Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur kebanjiran keluhan berbuah kritikan tajam. Tak sedikit beberapa daerah di wilayah Cianjur yang mengalami kendala saat masyarakat memulai pencoblosan. Akibatnya, enam kecamatan direkomendasikan untuk melakukan pemungutan suara ulang.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan merekomendasikan pemilu ulang itu untuk segera dikirimkan KPUD. Berdasarkan pantauan di Kecamatan Gekbrong misalnya, beberapa permasalahan krusial muncul saat pelakansanaan Pemilu di TPS 13 Desa Cikancana.

Surat suara Dapil 1 untuk DPRD Kabupaten Cianjur tertukar dengan surat suara untuk dapil 4. Sedangkan di Desa Cikahuripan TPS 06, jumlah DPT 278 surat suara hanya ada 274, TPS 11 jumlah DPT 241 surat suara hanya ada 236 dan di TPS 13 jumlah DPT 168 surat suara hanya ada 158.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur mengatakan, dari proses yang telah berjalan mulai dari distribusi logistik sampai dengan pungut hitung, ada empat isu krusial yang mencuat. “Hal yang pertama, buruknya tata kelola logistik sehingga berdampak kepada beberapa hal seperti ketidakteraturan distribusi logistik,” kata Hadi saat menggelar jumpa pers di kantor Bawaslu Cianjur, Rabu (17/4).

Menurutnya, hal kedua yang menjadi sorotan Bawaslu adalah ketidaktepatan waktu untuk mendistribusikan logistik, sehingga di beberapa tempat banyak logistik yang sampai ke TPS siang hari. Hal ketiga masih dijumpai surat suara kurang di TPS.

Hal terakhir yang menjadi fokus perhatian Bawaslu adalah adanya surat suara daerah pemilihan yang tertukar untuk pemilu legislatif DPRD kabupaten. “Hal ini yang membuat kami merekomendasikan pemungutan suara ulang. Tertukarnya dapil surat suara untuk pileg kabupaten tersebar di enam kecamatan. Enam kecamatan tersebut adalah Mande, Karangtengah, Haurwangi, Gekbrong, Cugenang, dan Tanggeung,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman. Ia menyayangkan jalannya pesta demokrasi di Cianjur tak berjalan lancar. Herman menegaskan agar manajemen KPU Kabupaten Cianjur harus dibenahi. Pasalnya, pendistribusian logistik dinilainya sangat semerawut.
“Saya minta KPU benahi sistem manajemennya, dengan begitu diharapkan tidak lagi semerawut dalam pendistribusian logistik,” tuturnya.

Herman pun mengatakan, di tahun politik saat ini memang sedikit ribet, pasalnya pelaksanaan pilkada sebelumnya hanya menggunakan kertas surat suara (susu) dan hanya menggunakan satu kertas. “Sebelumnya kalau Pilbup, Pilgub itu hanya satu surat suara saja. Sedangkan saat ini ada lima kertas surat suara. Selain itu, waktu pengiriman logistik pun sangat terbatas (mepet),” terangnya saat melakukan pencoblosan di TPS 20, Desa Serampad, Kecamatan Cugenang.

Herman Suherman datang bersama istri Anita Sincayani sekitar pukul 11.30 WIB dikawal beberapa ajudannya. Ia menuturkan, meskipun beda pilihannya tetap harus menjaga keamanan, ketertiban dan cipta kondusif. Jangan sampai ada perpecahan, intinya jangan sampai perselisihan. “Berharap di Cianjur khususnya bisa aman dan damai, jangan sampai ada perpecahan. Meskipun beda pilihan dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi menjelaskan, sebaiknya masyarakat tidak cepat menilai sesuatu. “Agar penilaian kita jernih, saya pikir kita tidak boleh menilai sesuatu secara parsial,” pungkasnya tadi malam.

(dil/mat/yaz)