Lho… 830 Kotak Suara di Gekbrong Tak Terkunci

TAK TERKUNCI: Panwascam Gekbrong periksa kotak suara yang tak terkunci oleh PPK. Foto:Fadilah Munajat/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com -Sejumlah kotak suara Pileg dan Pilpres 2019 yang tersimpan di Gedung Serbaguna PGRI Kecamatan Gekbrong ditemukan dalam keadaan tidak tergembok. Hal ini tentu bisa menimbulkan kecurigaan masyarakat, namun pihak PPK Gekbrong mengklaim hasil perolehan suara aman.

Selain soal kotak suara tak terkunci, informasi beredar ada tiga kotak suara Pilpres PPK Cianjur Kota dikabarkan hilang. Meski akhirnya setelah dicari bisa ditemukan karena karena terhimpit kotak suara lain. Gudang penyimpanan logistik PPK Cianjur kota di Gedung Bale Rancage, Jalan Siliwangi, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur.

Untuk kotak suara yang tak terkunci di Gedung Serbaguna Desa Gekbrong, tempat penyimpanan kotak suara untuk PPK Gekbrong, terlihat saat akan dilaksanakan rekapitulasi penghitungan surat suara tingkat Kecamatan Gekbrong, Minggu (21/4).

Ketua Panwascam Gekbrong Cepy Firmansyah membenarkan terkait adanya sejumlah kotak suara yang tak tergembok. Pihaknya sudah menanyakan hal tersebut ke PPK, dan temuan tersebut telah dicatat untuk menjadi bahan laporan ke Bawaslu Kabupaten Cianjur.

“Apapun yang menjadi temuan di lapangan tentu itu akan dicatat sebagai temuan untuk bahan laporan ke Bawaslu Kabupaten,” kata Cepy saat dikonfirmasi Radar Cianjur.

Cepy mengaku, saat pelaksanaan Pemilu tidak ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang mencolok, meski dilapangan ada temuan beberapa TPS yang surat suara DPRD Kabupaten Cianjur yang tertukar dengan dapil lain.

“Untuk di Kecamatan Gekbrong surat suara DPRD Kabupaten yang tertukar ada empat TPS, yaitu di tiga TPS di Desa Cikancana dan satu TPS di Desa Sukaratu,” ungkapnya.

Cepi mengatakan, kasus tertukarnya surat suara di Kecamatan Gekbrong, tidak menjadi bahan untuk dilaksanakanya Pemilu susulan. “Untuk surat suara yang terlanjur dicoblos untuk teknisnya kami serahkan ke PPK Gekbrong,” ujarnya.

Terpisah Ketua PPK Gekbrong, Eka Pratama Putra mengatakan, banyaknya kotak suara tidak dikunci di gudang tempat penyimpanan kotak suara, karena pihak PPK tidak menerima kunci gembok dari KPUD.

“Sesuai dengan intruksi, sebagai pengganti kunci gembok di kotak suara tersebut sudah digunakan tali ripet dan segel,” terang Eka.

Menurutnya, meski tanpa menggunakan kunci gembok, namun kotak suara yang ada di gudang bisa dipastikan aman karena dijaga oleh TNI dan Polri.

“Ada 830 kotak suara untuk Pileg dan Plpres yang tak menggunakan gembok, karena untuk PPK Gekbrong hanya satu PPS kotak suaranya yang menggunakan gembok, meski demikian kotak suara dapat dipastikan aman,” tegasnya.

Ditanya terkait adanya surat suara Caleg DPRD Kabupaten yang tertukar dengan Dapil lain, Eka mengatakan, tidak akan dilakukan Pemilu susulan.

Menurutnya, sesuai dengan surat edaran dari Bawaslu dan KPU, jika ada suarat suara yang tertukar dan sudah terlanjur tercoblos, maka surat suara tersebut dianggap sah untuk Partai Politik. “Jadi surat suara yang tertukar dan tercoblos, maka suaranya untuk Partai Politik,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua KPU Cianjur Hilman Wahyudi memastikan jika pihaknya pada setiap kegiatan bimbingan tekhnis (bintek) maupun sosialisasi pada pelaksana pemilihan di TPS agar kotak suara selalu dalam keadaan terkunci.

“Kita selalu memerintahkan agar kotak-kotak itu selalu dalam keadaan terkunci, kami juda sudah cek ke lapangan dan sudah diperintahkan agar kotak suara terkunci,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PPK Cianjur, Moch Ridwan membantah soal isu yang beredar hilangnya tiga kotak suara di gedung logistik Bale Rancage Cianjur kota. Menurutnya kotak suara bukan hilang tapi terhimpit kotak suara lainnya.

“Nggak hilang, banyak yang konfirmasi ke saya juga, dan dipersilahkan untuk cek langsung ke gedung logistik. Sudah ditemukan ternyata nyelip ditumpukkan kotak lain,” terang Ridwan saat dihubungi.

Dia memastikan kabar hilang kotak suara itu tidak benar dan dipastikan tidak hilang. Karena dalam tumpukan itu ada kotak hasil surat suara DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD. “Bukan hanya kotak suara Pilpres saja, jadi informasinya terpotong-potong, letaknya itu pas ada di belakang kaca tersembunyi ternyata ada setelah semua mencari,” tambahnya.

(dil/mat)