Siswa SLB Ikuti UN

Tampak antusian siswa SLB Bina Asih Ikuti UN.

RADARCIANJUR.com — Ujian Nasional atau UN untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) berlangsung serentak Senin (22/4) kemarin, tak terkecuali bagi siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB).

Di SLB Bina Asih Cianjur, ada sekitar enam siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti Ujian Nasional Kertas Pena (UNPK) tingkat Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB).

Ujian Nasional terbagi menjadi dua ruangan. Ruangan A terdapat dua siswa tuna netra. Siswa tuna netra diberi soal dengan huruf braile dan dibantu guru pengawas dalam membaca soal.

Sedangkan di ruangan B terdapat empat siswa tuna rungu yang dibantu guru pengawas dalam memahami bacaan soal.

“Pelaksanaan UN ini kan dibagi dua, ada tuna netra dua orang ada tuna rungu empat orang. Untuk siswa tuna netra kan memakai huruf braile jadi siswa membaca dengan huruf braile dan jika ada yang tidak dipahami, maka dibantu guru pengawas,” jelas ketua penyelenggara UNKP SLB Bina Asih Cianjur Hamidah, kemarin.

Menurutnya, untuk siswa tuna rungu tidak terlalu ada kendala. Meski demikian ada beberapa soal yang kurang dipahami siswa.

“Jika ada siswa yang kurang faham ya kami ikut membantu,” ujarnya.

Hamidah mengatakan, ujian nasional di SLB Bina Asih Cianjur berlangsung cukup lancar tanpa ada kendala karena sudah melaksanakan Try Out (TO) beberapa waktu lalu.

“Pelaksanaan UN tidak ada kendala untuk hari ini, karena memang kami pun sama seperti sekolah lain. Melaksanakan TO terlebih dahulu agar para siswa bisa terbiasa dengan soal ujian,” katanya.

Jumlah soal ujian sendiri, lanjut Hamidah, tergantung mata pelajaran yang diujikan setiap harinya.

“Ada empat mata ujian kan, jadi setiap mata ujian untuk ada jumlah soal yang berbeda. Seperti untuk hari ini soal Bahasa Indonesia itu ada lima puluh soal,” kata dia.

Salah seorang peserta ujian nasional tuna netra SMPLB, Azka Septia mengaku, tidak terlalu banyak kendala dalam mengerjakan 50 soal ujian.

“Alhamdulillah lancar bisa ngerjain 50 soal walaupun ada beberapa soal yang sulit dipahami. Bagusnya, soalnya itu untuk tuna netra tidak ada pilihan ganda. Jadi essay semua dan itu sangat mempermudah saya dalam mengerjakan soal,” katanya.

(dil)