Lagi, Dua Anggota KPPS di Cianjur Meninggal Dunia

MELAYAT: Plt Bupati Cianjur H Herman Suherman dan Dandim 0608/Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani melayat ke rumah Hamim Hardiansyah (alm) di Kampung Pasarean, Selasa (23/4).

RADARCIANJUR.com – Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia akibat kelelahan sudah mencapai tujuh orang. Sebagian besar dari mereka sempat mendapat perawatan di RSUD Cianjur.

Dua orang petugas KPPS yang tercatat meninggal dunia akibat kelelahan adalah Enjang (48) Ketua KPPS 15 Kampung Benteng, Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang, dan Hamim Hardiansyah (47) Ketua KPPS 31 Kampung Pasarean, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur Kota.

Ketua PPS Desa Sukamulya, Riyan mengatakan almarhum telah beberapakali menjadi ketua KPPS saat Pemilu atau Pilkada, melihat dari pengalaman tersebut, maka pihak PPS merekrut Enjang sebagai ketua KPPS.

“Namun untuk kali ini mungkin kondisi beliau kurang vit dan terlalu memaksakan,” kata Riyan kepada Radar Cianjur, Selasa (23/4).

Riyan menyebutkan, saat penghitungan surat suara sekitar pukul 13.30 Wib korban sudah terlihat kelelahan, melihat itu posisi ketua KPPS diganti oleh Sindi (19) yang merupakan anak almarhum.
“Mungkin karena belum siap mental untuk menjadi ketua KPPS, Sindi juga sekarang jatuh sakit,” ungkapnya.

Almarhum Enjang meninggal dunia setelah sebelumnya mendapat perawatan selama lima hari di RSUD Cianjur. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di rumah duka pada, Senin (22/4) sekitar pukul 19.30 Wib.

“Memang almarhum mempunyai riwayat sesak nafas, dan setelah dirawat di RSUD almarhum kelihatan ceria hingga pihak keluarga membawa pulang ke rumah, namun tuhan berkehendak lain sesampainya di rumah duka di Kampung Benteng Kidul, Desa Sukamulya almarhum meninggal dunia,” jelasnya.

Sekretaris KPUD Cianjur Endan Hamdani menyebutkan, pihak KPUD Cianjur akan memberikan uang santunan kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia. Bantuan tersebut akan diserahkan saat Rapat Pleno Rekapitulasi Suara tingkat KPUD Cianjur yang bakal digelar, Sabtu (4/5). “Saat Pleno nanti akan kita undang keluarga almarhum, untuk diberikan santunan,” ungkap Endan.

Tercatat, hingga Selasa (23/4) petugas KPPS yang meninggal dunia sudah mencapai tujuh orang, mereka adalah Hadiat (65) anggota PPS 10, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Apan (62) anggota PPS 10 Kampung Maleber, Desa Gudang, Kecamatan Cikalong Kulon, Entis Tisna Suminta (62) warga perumahan Hegarmanah, Desa Hegarmanah, Kecamatan Karangtengah, Sumantri Ketua PPS 01 Kampung Cipandak, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Enjang (48) anggota KPPS 15 Kampung Benteng, Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang dan Hamim Hardiansyah (47) KPPS 31 Kampung Pasarean, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur Kota.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0608/Cianjur, Letnan Kolonel (Letkol) Inf Rendra Dwi Ardhani melayat ke rumah duka Ketua KPPS, Hamim Hardiansyah di Kampung Pasarean RT 2/11, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Selasa (23/4).

H Herman Suherman berharap, keluarga almarhum yang ditinggalkan bisa lebih sabar, ikhlas untuk menghadapi semua takdir yang tidak bisa ditawar lagi. Dirinya ikut berduka sedalam-dalamnya, dan semoga almarhum diterima di sisi Allah Swt.

“Jangan sampai terulang kembali, dengan melihat kejadian saat ini. Sebelum kerja menjalankan tugas harus menjaga kesehatan lebih utama. Apalagi kerja samapai malam, melihat Pemilu 2019 saat ini. Jadi semua tentu panitia penyelenggara kerja lebih extra sampai kelelahan terbaring sakit,” tuturnya.

Komandan Kodim 0608/Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani mengucapkan ikut belasungkawa. Menurutnya almarhum merupakan pejuang demokrasi yang gugur saat menjalankan tugas, karena kelelahan hingga meninggal dunia. “Kami ikut berbelasungkawa dan berduka, semoga amal ibadahnya diterima dan keluarga ditinggalkan diberikan kesabaran,” ucapnya.

Sambung Dandim, semoga tidak ada lagi kejadian yang sama, tim kesehatan diminta harus aktif dan standby di PPS, dan anggota sidang pleno harus dilakukan pemeriksaan kesehatan, istirahat cukup dan tentunya asupan gizi. Selain itu ruangan untuk penghitungan suara dan pleno harus nyaman juga, jangan sampai terabaikan.

“Bila perlu, buat SOP penanganan bila ada anggota yang sakit dan jalur evakuasi yang cepat serta RS rujukan yang siaga. Sehingga bisa lebih cepat penanganannya,” pinta Rendra.

(dil/mat)