Ngeri…. Ular Sanca 3 Meter Gegerkan Warga Maleber

Warga BTN Griya Maleber RT 1/9, Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah menangkap ular sanca sepanjang 3 meter.

RADARCIANJUR.com – Warga BTN Griya Maleber RT 1/9, Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, dibuat heboh dengan kemunculan seekor ular Sanca Batik yang cukup besar dengan panjang sekitar tiga meter.

Diduga, ular tersebut sudah kerap mencari mangsa di sekitar permukiman warga. Pasalnya, saat berhasil ditangkap, perut ular bernama latin Python Reticulatus tersebut tampak menggelembung.

Penemuan ular yang sejenis dengan ular yang memakan utuh manusia di Desa Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, pada Juni tahun lalu itu awalnya dari ketidaksengajaan, Selasa (23/4) dini hari kemarin sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat itu, dua orang sekuriti perumahan yang tengah bertugas malam, Ayubana (25) dan Omi Supriatna (54) mendengar suara aneh saat keduanya berada di dalam pos jaga yang terletak tepat di sisi Sungai Cibagbag.

“Waktu itu sedang santai, duduk sambil ngopi di depan pos. Terus seperti ada suara aneh di sungai, padahal biasanya gak ada suara apa-apa,” tutur Omi.

Lantaran penasaran, Omi dan Ayubana lantas mengecek asal suara aneh dimaksud. Setelah disorot dengan menggunakan lampu senter, terlihat seekor ular Sanca Batik yang berukuran cukup besar di sela-sela bebatuan.

Awalnya, keduanya hendak menangkap sendiri salah satu spesies ular terbesar dan terpanjang di dunia yang hanya bisa disamai Anaconda di Sungai Amazon itu. Namun, dengan pertimbangan ukuran ular yang cukup besar, keduanya lantas memanggil sejumlah rekan lainnya.

“Saya bersama teman lainnya turun (ke sungai) dan menangkapnya,” beber Omi.

Usaha untuk menangkap ular itu sendiri tidak mudah. Terlebih, setiap kali didekati, ular tersebut melawan dan berusaha menggigit. Kendati termasuk ular tak berbisa, namun gigitan ular jenis Phyton dikenal sangat kuat dan sulit dilepaskan. Terlebih, ular tersebut bisa membunuh mangsanya dengan belitannya yang cukut kuat.

“Tapi akhirnya bisa ditangkap lalu langsung mulultnya dipasang lakban biar gak gigit,” jelasnya.

Omi menduga, ular tersebut sebelumnya sudah memangsa ternak warga. Pasalnya, pada bagian perutnya tampak membesar.

“Tenaganya kuat banget. Sejam lebih nangkapnya juga, sampai warga pada datang semua,” ucapnya.

Ditambahkan Ayubana, untuk sementara, ular dengan ciri khas batik kuning hitam pada bagian kulitnya itu akan dipelihara dulu. Akan tetapi, jika memang ada yang berminat untuk membelinya, diriya tak menolak.

“Ya silahkan datang saja kesini kalau ada yang minat (membeli),” tutupnya.

(mat)