Harga Kebutuhan Pokok Naik. Siap-siap Tambah Uang Dapur

RADARCIANJUR.com – Menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat sepertinya harus mulai bersiap menambah uang belanja untuk dapur. Pasalnya, sejumlah komoditi kebutuhan pokok rumah tangga mulai mengalami kenaikan.

Berdasarkan pantauan Radar Cianjur di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cianjur, kenaikan harga-harga komoditi pasar itu didominasi oleh sayuran, daging dan telur. Kenaikan harga pun bervariasi, mulai dari 10 sampai 50 persen.

Guna mengantisifasi melonjaknya harga kebutuhan bahan pokok, Satgas Pangan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur melakukan pertemuan khusus. Hal itu dilakukan guna membahas kestabilan harga-harga pangan menjelang bulan Ramadan.

Pertemuan atau rapat dilakukan di Setda Kabupaten Cianjur. Unsur yang terlibat melaporkan faktor yang bisa menyebabkan harga naik sepekan menjelang Ramadan dan cara untuk menstabilkan harga.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah, selaku unsur yang terlibat dalam Satgas Pangan mengatakan, sekitar sepekan menjelang Ramadan belum dilaporkan adanya kenaikan harga yang signifikan.

“Mengenai progres (kenaikan harga) menjelang Ramadan saya berharap semoga harga tetap stabil,” ujar Soliyah, Kamis (25/4).

Ia mengatakan, guna menekan kenaikan harga-harga dimaksud, pihaknya bakal melaksanakan pemeriksaan secara kontinyu sebelum dan pasca Ramadan agar harga terus stabil. Dengan demikian, lanjut Soliyah, warga bisa mendapatkan pangan dengan harga stabil.

“Satgas Pangan terus melaporkan perkembangan harga bahan pokok setiap harinya,” ujar Soliyah.

Soliyah memgatakan salah satu cara yang akan dilakukan untuk mengimbangi harga bahan pokok menjelang bulan Ramdhan yaitu oprasi pasar. Tujuannya, agar saat memasuki bulan Ramdhan, harga tetap setabil dan tidak menimbulkan keresahan warga.

“Agar bisa dipastikan harga bahan pokok menjelang ramdhan hingga memasuki, harga tetap stabil,” jelasnya.

Sementara, kenaikan harga sendiri sudah mulai terlihat sejak awal pekan ini. Salah satunya di Pasar Ciranjang misalnya. Bahan pangan yang mengalami kenaikan didominasi oleh hortikultura, seperti sayur-sayuran dan bahan bumbu-bumbu.

Harga cabai rawit hijau terkerek naik dari Rp14.000 menjadi Rp24.000 per kilogram. Harga cabai rawit merah juga ikut naik Rp 20.000 menjadi Rp 40.000 per kilogramnya.

Kenaikan juga terjadi pada bawang putih sebesar Rp35.000 per kilogramnya menjadi Rp44.000 per kilogram.

Kabag Tata Usaha UPTD Pasar Cipanas, Suganda mengatakan, kenaikan sejumlah komoditi itu terjadi seiring tingginya permintaan menjelang bulan suci Ramadhan.

“Ya selalu begini. Setiap tahun menjelang bulan puasa harga jenis cabai selalu naik. Tetapi untuk di Cipanas, tidak terlalu signifikan. Kalau di pasar lain bisa mencapai Rp45.000an, bahkan hingga Rp50 ribu,” tutur Suganda.

Tak hanya cabai rawit, harga beberapa bahan pangan lain juga naik, seperti harga kentang lokal. Yang semula Rp10.000 menjadi Rp12.000, serta kol atau kubis, dari Rp5.000 sekarang menjadi Rp6.000.

“Diperkirakan kenaikan harga akan terus berlanjut, melihat kebutuhan masyarakat terus meningkat, mungkin hingga setelah puasa mendatang,” ujar Suganda.

Khusus di Pasar Cipanas, beberapa bahan-bahan pokok lain tidak mengalami kenaikan. Bahkan daging ayam broiler harganya bisa dikatakan paling murah dibanding pasar-pasar lain yang ada di Cianjur. Misalnya saja, di Pasar Cikalong Kulon Rp37.000, jika di Pasar Cipanas Rp32.000.

“Mungkin karena di Pasar Cipanas ini ada Asosiasi Pedagang Daging Ayam Dan Sapi (APDAS). Jadi harganya pun tidak semahal di pasar lain,” pungkasnya.(dan)

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kabupaten Cianjur, Yana Kamaluddin mengatakan, jika harga saat ini secara umum masih relatif stabil.

Meski begitu pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan inpeksi mendadak (Sidak) dan berkoordinasi dengan Tim Satgas Pangan (TSP) untuk memastikan stabilitas harga menjelang bulan Ramadan.

“Pengecekan harga setiap pasar, kami sudah menugaskan Kepala Pasar (KP), untuk memantau perkembangan harga setiap harinya, termasuk memantau stok komoditi yang ada di setiap pasar. Mengenai ketersediaan sembako menjelang Ramadan stok masih aman,” terang Yana.

Pihaknya menghimbau kepada para pedagang agar tidak menjual komoditi yang sudah kadaluarsa, dan menaikan harga yang tidak wajar. “Selain itu harus jujur dalam setip penimbangan,” pintanya.

(dan/mat/dil)