Longsor di Pacet Timbun Jalan dan Rumah

Longsor di Pacet

RADARCIANJUR.com – Tanah longsor terjadi di Kampung Pasir Eurih RT 01 RW 03 Desa Cibodas Kecamatan Pacet pada Kamis (25/4) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Akibat longsor tersebut, akses jalan yang menghubungkan dua kampung dan satu rumah milik keluarga ibu Ikoh (45) tertimbun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cianjur di lokasi kejadian menyebutkan, longsor itu terjadi diakibatkan guyuran hujan yang cukup tinggi di wilayah tesebut sejak sepekan terakhir. Selain menimbun jalan akses dan satu rumah warga, air hujan juga menggerus areal kebun dan membuat sejumlah pohon bambu bertumbangan.

“Tebing setinggi empat meter dan pohon bambu saat kamis malam waktu itu tak kuat menahan curah hujan. Dan akhirnya ambruk menimpa akses jalan dan satu rumah warga. Beruntung tidak ada korban jiwa,” tutur Ketua RT 01, Hendi Sulaiman, kemarin.

Hendi menjelaskan, jalan akses penghubung dua kampung yang tertimbun tanah longsor tersebut yakni, Kampung Cadas Gantung dan Pasir Eurih. Menurutnya, akses jalan ini cukup vital bagi warga di sekitar dua kampung itu. Pasalnya warga di dua kampung tersebut setiap waktu selalu memanfaatkan jlaan akses itu untuk kehidupan sehari-hari.

“Iya Kang, memang cukup vital juga. Walaupun ada jalan lain, tetapi hampir setiap saat warga menggunakan jalan itu,” terangnya.

Beruntung, petugas dengan dibantu warga bergerak cepat untuk membersihkan material longsoran yang menutup jalan akses antar kedua kampung itu. Hingga pada Jumat (26/4), jalan sudah bisa dilalui kembali.

Selain itu, satu rumah milik ibu Ikoh pun hampir tertimpa dan tertimbun oleh longsoran dari pohon bambu yang cukup besar. Beruntung tidak banyak material rumah yang rusak, hanya saja samping bilik rumah ibu Ikoh yang mengalami rusak ringan.

“Alhamdulillah, tidak sampai rusak parah. Dan pada Jum’at pagi pun kami bergotong royong bersama warga mengevakuasi tanah longsor dan pohon bambu tersebut,” ujarnya.

Kendati demikian, warga tetap khawatir kawasan tersebut bakal terjadi longsor kembali di kemudian hari. Karena itu, pihaknya berharap ada bantuan yang datang bagi warganya yang mengalami musibah di sini, dan pemerintah setempat bisa lebih memperhatikan kepada warga. Baik yang tertimpa musibah, maupun ke warga lain.

“Selama ini memang belum ada bantuan dari pemerintah setempat. Bahkan saat terjadi longsor waktu lalu juga jarang tersentuh bantuan. Mudah-mudahan saja kedepannya pemerintah setempat lebih memperhatikan kami sebagai warganya,” kata dia.

Sementara itu, pemerintah desa setempat, belum bisa dihubungi dan dimintai tanggapannya terkait kejadian yang menimpa warganya tersebut.

(dan)