Petugas KPPS Asal Pagelaran Meninggal Dunia, Badan Drop Tetap Jalankan tugas

Dina Wahdina Anwar, salah satu anggota KPPS di Cianjur yang meninggal dunia kelelahan setelah tugas usai pemilu.

RADARCIANJUR.com – Satu persatu pahlawan demokrasi berguguran. Setelah sebelumnya tercatat ada 10 orang petugas KPPS dan PPS yang meninggal dunia setelah pelaksanaan Pemilu, saat ini kembali bertambah.

Kali ini petugas KPPS yang meninggal dunia adalah Dina Wahdina Anwar anggota KPPS di TPS 01 Kampung Pasirpari RT 02/06 Desa Bunijaya Kecamatan Pagelaran, ia meninggal setelah mendapatkan perawatan di RSUD Cianjur sejak, Sabtu (27/4).

Edi Nuryadi (48) suami dari almarhum Dina Wahdina mengatakan sebelum menjalankan tugas istrinya sempat mengalami drop. Namun karena tugas yang harus dikerjakan almarhum pun tetap menjalankan tugasnya sebagai KPPS.

“Sebelum masa pencoblosan istri saya itu sudah mengalami sakit dan panas dingin, meskipun sakit istri saya masih saja menjalankan tugasnya,” terang Edi, Minggu (28/4).

Edi mengatakan, pekerjaan KPPS pada saat penghitungan surat suara terbilang sangat tidak wajar, karena mereka harus bekerja sejak pagi hingga subuh.

“Bisa dibayangkan, harus bekerja dari pagi ke pagi lagi, dengan tidak tidur sedikitpun atau beristirahat. Dan selain itu mungkin istri saya itu kurang makan dan kurang minum sehingga mengalami panas di bagian dalam namun dingin di bagian luar,” ungkapnya.

Menurutnya, pada saat sakit, istrinya (Dina Wahdina,red) sempat tidak mau dirawat ke RS dikarenakan badannya mengalami sakit yang sangat luar biasa. Selain itu faktor jalan yang enggan istrinya dirawat, dikarenakan akses dari rumah menuju RS cukup parah.

“Ya terpaksa saya panggil Mantri datang ke rumah dan diberikan pengobatan dengan bantuan infus, waktu sempat terlihat kembali normal, minum mau, makan meskipun bubur sempat masuk,” ujarnya.

Pada saat diberikan infus dan sempat terlihat akan sembuh istrinya, dan sempat menyuruh suaminya untuk kembali bekerja ke luar daerah. Namun pada saat tengah malam setelah istrinya keluar dari kamar mandi tiba-tiba istrinya memeluk suaminya dengan sambil tiduran di dada suaminya.

“Pada saat tiduran di dada saya, tiba-tiba nafas istri saya ini lain dari yang biasanya. Seolah seperti orang kecapean dan badanya kembali panas dan tidak bisa ngomong,” terangnya.

Edi mengaku kondisi tersebut sudah terjadi sejak malam tanggal 18 April kemarin. Bahkan sebelum malam tanggal 17 pun kondisi Dina sudah mengalami panas tinggi.

Edi menambahkan, istrinya sempat dibawa ke RSUD Pagelaran, namun tak lama kemudian langsung dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur pada Sabtu (27/4) kemarin.

“Persis meninggalnya istri saya sekitaran pukul 13.00 Wib. Dan ini saya lagi nunggu ambulance untuk dibawa pulang ke Pagelaran,” tambahnya.

(dil)