Setelah Cibodas, Giliran Cipanas Diterjang Longsor

JEBOL: Dinding rumah warga runtuh usai diterjang material longsor dari tebing setinggi 10 meter di Kampung Kubang Gunung Batu RT 03 RW 09, Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas, Sabtu (27/4).

RADARCIANJUR.com – Setelah terjadi longsor di Desa Cibodas beberapa hari sebelumnya, kini pergerakan tanah juga menerjang Kampung Kubang Gunung Batu RT 03 RW 09, Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas. Peristiwa itu sendiri terjadi pada Sabtu (27/4) malam kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cianjur di lokasi, longsor tersebut terjadi lantaran guyuran hujan deras yang terjadi di kawasan Cipanas sejak sepekan terakhir. Akibatnya, tebing setinggi 10 meter itu longor dan menimpa salah satu rumah warga setempat, yang ditinggali Yusuf dan keluarganya.

Ketua RT 03, Kampung Kubang, Asep yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan, kejadian longsor itu diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi, hingga tanah kebun di atas bukit gembur lalu lonsor menimpa dapur salah satu rumah warganya itu.

“Alhamdulillah, tidak begitu parah longsor ini dan tidak ada korban jiwa juga dalam kejadian ini,” tuturnya.

Kendati demikian, akibat longsor tersebut, dinding dapur rumah Yusuf runtuh dan merusak sejumlah benda di dalamnya. “Kerugian material paling hingga Rp5 juta rupiah,” kata Asep.

Atas kejadian ini, pihak RT bersama warga pun kemudian melaporkan kepada pemerintah desa. Dan semuanya bisa tertangani dengan bergotong royong membersihkan sejumlah tanah yang menimpa rumah tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan pihaknya bersama warga setempat adalah mencegah agar dinding tebing tidak terjadi longsor susulan. Yakni dengan memasang terpal di bagian rumah warga yang terdampak.

“Semuanya sudah tertangani. Kami bersama warga menggunakan alat seadanya dan memberikan terpal untuk sementara menutupi bagian rumah pak Ucup supaya tidak bolong atau terlihat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sindangjaya Eddy Efendi mengatakan, adanya kejadian yang menimpa salah satu kampung di Desa Sindangjaya, pihaknya telah meninjau dan memberikan bantuan berupa bahan baku bangunan, seperti pasir, semen, batako, asbes.

Rencananya, besok (hari ini, red) akan melaksanakan kerja bakti antara aparat desa dengan warga setempat lainnya, untuk segera memperbaiki rumah yang terkena dampak longsor Sabtu lalu.

“Kami telah membantu membersihkan bekas longsor dan memberikan bantuan material sesuai dengan kebutuhan warga yang terkena musibah,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengimbau kepada warga lainnya agar lebih berhati-hati dan waspada, terutama di musim penghujan dengan curah cukup tinggi seperti sekarang ini.

“Kalau tidak kita bersama yang waspada dan saling bersinergi, dengan siapa lagi. Mudah-mudahan kejadian longsor ini tidak sampai terjadi lagi, khususnya di Desa Sindangjaya,” harapnya.

Sebelumnya, longsor juga terjadi di Kampung Pasir Eurih, RT 01 RW 03, Desa Cibodas, Kecamatan Pacet Kamis (25/4) malam sekitar pukul 21.00 WIB lalu. Akibat longsor tersebut, akses jalan yang menghubungkan dua kampung dan satu rumah milik keluarga ibu Ikoh (45) tertimbun.

Berdasarkan informasi yang didapat Radar Cianjur di lokasi, longsor terjadi diakibatkan guyuran hujan yang cukup tinggi di wilayah tesebut sejak sepekan terakhir.

“Tebing setinggi empat meter dan pohon bambu saat kamis malam waktu itu tak kuat menahan curah hujan. Dan akhirnya ambruk menimpa akses jalan dan satu rumah warga. Beruntung tidak ada korban jiwa,” tutur Ketua RT 01, Hendi Sulaiman.

Hendi menjelaskan, jalan akses penghubung dua kampung yang tertimbun tanah longsor tersebut yakni, Kampung Cadas Gantung dan Pasir Eurih. Menurutnya, akses jalan ini cukup vital bagi warga di sekitar dua kampung itu. Pasalnya warga di dua kampung tersebut setiap waktu selalu memanfaatkan jlaan akses itu untuk kehidupan sehari-hari.

“Iya Kang, memang cukup vital juga. Walaupun ada jalan lain, tetapi hampir setiap saat warga menggunakan jalan itu,” terangnya.

Beruntung, petugas dengan dibantu warga bergerak cepat untuk membersihkan material longsoran yang menutup jalan akses antar kedua kampung itu. Hingga pada keesokan harinya, jalan sudah bisa dilalui kembali.

Selain itu, satu rumah milik ibu Ikoh pun hampir tertimpa dan tertimbun oleh longsoran dari pohon bambu yang cukup besar. Beruntung tidak banyak material rumah yang rusak, hanya saja samping bilik rumah ibu Ikoh yang mengalami rusak ringan.

“Alhamdulillah, tidak sampai rusak parah. Dan pada Jum’at pagi pun kami bergotong royong bersama warga mengevakuasi tanah longsor dan pohon bambu tersebut,” ujarnya.

Kendati demikian, warga tetap khawatir kawasan tersebut bakal terjadi longsor kembali di kemudian hari. Karena itu, pihaknya berharap ada bantuan yang datang bagi warganya yang mengalami musibah di sini, dan pemerintah setempat bisa lebih memperhatikan kepada warga. Baik yang tertimpa musibah, maupun ke warga lain.

“Selama ini memang belum ada bantuan dari pemerintah setempat. Bahkan saat terjadi longsor waktu lalu juga jarang tersentuh bantuan. Mudah-mudahan saja kedepannya pemerintah setempat lebih memperhatikan kami sebagai warganya,” kata dia.

Sementara itu, pemerintah desa setempat, belum bisa dihubungi dan dimintai tanggapannya terkait kejadian yang menimpa warganya tersebut.

(dan)