Pemkab Cianjur Beri Santunan Keluarga Pahlawan Demokrasi, Berapa Nilainya?

11 keluarga petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dan satu keluarga anggota Linmas di Cianjur yang meninggal saat menjalankan tugasnya di Pemilu 2019, mendapatkan santunan dari pemerintah Kabupaten Cianjur.

RADARCIANJUR.com – 11 keluarga petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dan satu keluarga anggota Linmas di Cianjur yang meninggal saat menjalankan tugasnya di Pemilu 2019, mendapatkan santunan dari pemerintah Kabupaten Cianjur.

Penyerahan santunan dilakukan di Pendopo Kabupaten Cianjur dan diserahkan secara simbolis oleh Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, Senin (29/4/2019). Kendati demikian, tidak disebutkan berapa nilai santunan yang diberikan.

Herman Suherman menyatakan, Pemkab Cianjur ikut berbelasungkawa atas jatuhnya korban meninggal dalam proses penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan itu. Akan tetapi, peristiwa yang terjadi dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 itu tetap harus menjadi evaluasi bersama semua pihak.

“Semua keluarga saya yakin tidak ingin ini terjadi, tapi mau bagaimana lagi sudah terjadi. Pemilu serentak ini membawa kesedihan, khususnya bagi keluarga duka. Semoga ini bisa menjadi bahan evaluasi kita bersama,” katanya.

Herman mengaku, pihaknya sengaja tidak menyebutkan nominal santunan yang diberikan kepada keluarga para pejuang demokrasi tersebut dengan alasan tidak etis.

“(Nominal santunan) Itu biarlah yang tahu keluarga duka. Intinya, Pemkab Cianjur sudah mengapresiasi dan ikut belasungkawa kepada 12 keluarga duka,” tuturnya.

Herman menjelaskan, santunan yang diberikan kepada keluarga para petugas yang menjadi korban itu diambilkan dari anggaran Pemkab Cianjur. Sedankan untuk petugas yang masih terbaring sakit, pihaknya berjanji, tidak akan menarik biaya sepeserpun.

“Untuk petugas pemilu masih ada yang terbaring sakit, itu gratis berobat,” ucapnya.

Sampai saat ini, terang Herman, masih ada sejumlah petugas penyelenggara pemilu yang masih sakit dan dirawat, baik di RSUD Cianjur, RSUD Cimacan dan rumsah sakit lainnya.

“Kita semua mendoakan cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasanya. Mudah-mudahan pemilu saat ini bisa lancar tidak ada hambatan dari mulai awal hingga akhir,” harapnya.

Dari data yang didapat, sampai saat ini, tercatat ada 89 petugas pemilu yang masih sakit dan dirawat di rumah sakit.

Sementara, Edi Nuryadi (47), salah satu kerabat petugas KPPS yang meninggal dunia mengaku sama sekali tidak mempermasalahkan nominal santunan yang diberikan dan tetap akan menerimanya dengan ikhlas. Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab Cianjur yang memiliki kepedulian kepada para keluarga korban.

“Kami, seluruh keluarga sudah ikhlas dan ridho menerima kejadian ini,” tuturnya.

Suami almarhum Wahdina Anwar (47) Ketua KPPS TPS 01, Desa Bunijaya, Kecamatan Pagelaran itu membeberkan, dirinya sebelumnya mendapatkan undangan dari Pemkab Cianjur untuk datang ke Pendopo. Di sana, ia diminta menandatangani kwitansi tanpa membaca isinya.

“Tidak masalah nilainya. Yang jelas pihak keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas kepedulian Pemkab Cianjur,” pungkasnya.

(mat)