Alun-alun Cianjur Penuh Pengunjung, Sampah Berserakan

BERSERAKAN: Alun-alun Kabupaten Cianjur yang indah harus kotor oleh sampah yang bertebaran. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com -Destinasi wisata yang menjadi primadona masyarakat Kabupaten Cianjur pada musim liburan kemarin (1/5) menjadi incaran untuk menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga, tempat yang masih menjafi favorit seperti alun-alun Masjid Agung Cianjur.

Keindahan serta arena yang memang cocok untuk berkumpul, nampaknya memberikan kenyamanan bagi sebagian masyarakat Cianjur.

Namun, keindahan tersebut berbanding terbalik dengan keadaan pada hari libur. Dari hasil pantauan Radar Cianjur, beberapa masyarakat masih kurang sadar dengan kebersihan. Pasalnya, sampah dibiarkan berserakan tanpa dibuang pada tempatnya.

Hal tersebut menjadikan alun-alun kumuh, padahal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur sudah menyiapkan tempat sampah di beberapa titik. Tak hanya itu, beberapa tulisan imbauan tidak diindahkan.

Isnaeni (25) warga Desa Benjot, Kecamatan Nagrak mengungkapkan, dirinya begitu prihatin melihat ikon Kota Taucho yang difasilitasi untuk masyarakat menjadi kotor akibat sampah berserakan.

“Seharusnya tempat ini (alun-alun,red) jadi fasilitas untuk berkumpul keluarga dengan nyaman dan bersih, jangan seperti sekarang di waktu berlibur malah meninggalkan sampah. Padahalkan tempat sampah sudah disediakan,” ujarnya.

Lanjutnya, dirinya pun sangat menyayangkan prilaku yang tidak sadar akan lingkungan terhadap beberapa masyarakat. Dirinya pun berharap masyarakat tidak meninggalkan sampah di alun-alun, agar ikon Cianjur ini tetap menjadi kebanggaan.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidik dan Penindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, Heru Haerul Hakim menuturkan, pihaknya tak henti-hentinya memberikan imbauan kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Kita sudah sering dan tidak henti-hentinya memberikan imbauan, bahkan tim kebersihan pun ada, serba salah juga kita yang sudah memberikan imbauan tapi tidak didengar,” paparnya.

Ketika masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan tersebut, pihaknya belum bisa memberikan sanksi. Namun, ia memberitahu kepada masyarakat untuk mengambil sampah yang ditinggalkan dan dibuang pada tempatnya.

“Ya kita arahkan untuk membawa sampah dari sisa makanan maupun minuman untuk dibuang pada tempatnya, harusnya juga ada kesadaran untuk tidak meniggalkan sisa makanan dan minuman di alun-alun,” terangnya.

(kim)