Dewan-Disnakertrans Umbar Janji, Buruh Cianjur Minta Sepuluh Tuntutan Dipenuhi

TOLONG DIFASILITASI: Ratusan buruh yang tergabung dalam PPMI berorasi dan mengirimkan sepuluh tuntutan mereka kepada DPRD Cianjur. FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Ratusan buruh karyawan PT Pou Yuen Indonesian (PYI) yang tergabung dalam Persaudaran Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Cianjur, turun ke jalan menggelar unjuk rasa (unras) dalam rangka memperingati Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei 2019. Mereka menggerudug Gedung DPRD Cianjur dan mengirimkan sepuluh tuntutannya pada Selasa (30/4) pagi.

Sepuluh keinginan itu dilontarkan melalui orasi yang dibacakan dengan lantang oleh beberapa perwakilan buruh. Baik DPRD maupun Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur berjanji akan memfasilitas keinginan buruh. Bahkan, mereka berjanji akan melakukan sidak ke PYI.

Ketua DPC PPMI Cianjur, Fahmi Dwi Fauzi mengatakan, kedatangan mereka untuk meminta para wakil rakyat (dewan) dan beberapa dinas terkait agar bisa memfasilitasi keinginan mereka kepada pihak perusahaan.

“Kami berharap sepuluh tuntutan kami bisa didengar dan secepatnya terkabulkan. Karena, saat ini kami masih belum sejahtera,” katanya saat audensi berlangsung di Gedung DPRD Cianjur.

Sementara, 10 tuntunan disampaikan para buruh di antaranya hapus PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan, cabut Permenakers No 15 tahun 2018 tentang upah minimum, minta upah layak, ada keterwakilan PPMI di Dewan pengupahan dan LKS tripartit, penegakan hukum terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) yang melanggar ketentuan perundangan-undang serta hapuskan dugaan monopoli Bank OCBC Nisp di PT PYI.

Selain itu, memberikan kompensasi 100 persen biaya jatah makan siang selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, hentikan diskriminasi berserikat, implementasi skala upah agar terealisasikan dan terakhir meminta KPUD Cianjur bisa menciptakan pemilu adil jujur.

Ditemui terpisah, salah satu anggota DPRD Kabupaten Cianjur Komisi IV dari Fraksi Demokrat, Geugeu Tintin Mariani menuturkan, aspirasi disampaikan para buruh akan difasilitasi, ditampung dan diperjuangkan. Secepatnya akan disampaikan kepada pihak perusahaan, semoga bisa berhasil terpenuhi dengan baik tidak ada kendala. “Kami akan membantu memediasi karena memang itu tugasnya wakil rakyat. Pokoknya secepatnya bersama dinas dan minta pihak perusahaan memenuhi tuntunan mereka. Sehingga biar ada titik temu yang baik,” jelasnya.

Ia pun mengaku, miris setelah mendengar aspirasi disampaikan. Jatah sehari uang makan Rp7.500 dinilai tidak cukup sedangkan di lain sisi tenaga untuk bekerja diperas. Bukan hanya dewan saja, tapi Pemkab Cianjur bersama beberapa dinas terkait harus sama-sama saling membantu juga mediasi. “Apalagi TKA di Cianjur sudah mulai banyak, jadi semua ini perlu dievaluasi,” tuturnya.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Koswara memaparkan, aspirasi atau tuntutan para buruh segera mungkin akan ditindaklanjuti seperti halnya melalui ranah pembinaan dan memediasi secara baik dengan pihak perusahaan. “Makanya kami harus sidak dulu untuk turun langsung ke lapangan, biar mengetahui permasalahannya seperti apa. Jadi kalau sudah paham betul bisa menjelaskan bagaimana hasilnya mengenai sejumlah tuntutan yang diutarakan tadi, “terangnya.

Ia menambahkan, secara jelasnya akan berkunjung ke pihak perusahaan segera mungkin, sekalian ingin lebih mengetahui lebih dalam, paham dan mengerti mengenai 10 tuntunan disampaikan para buruh. Meskipun ada satu poin tidak bisa dijawab oleh pihak kedinasaannya. “Intinya akan memediasi sesuai tuntutan disampaikan dari mulai struktural skala upah, lalu mengenai TKA dan lainnya karena saat ini yang terdata di dinas baru sekitar 56 tenaga asing, ” paparnya.

(mat)