Para pedagang Pasar Induk Cianjur Ancam tak Bayar Retribusi

DEMO: Pedagang Pasar Induk Cianjur saling dorong dengan petugas Satpol PP saat aksi di halaman Pendopo, Selasa (30/4). Foto:Fadilah Munajat/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Para pedagang Pasar Induk Cianjur (Pasar Pasir Hayam,red) berunjuk rasa di halaman Pendopo Pemerintah Kabupaten Cianjur, Selasa (30/4). Mereka menuntut agar Pemkab Cianjur menertibkan pedagang yang masih berjualan di pasar bayangan.

Selain itu mereka juga meminta agar angkutan kota bisa masuk ke Pasar Induk, karena selama ini jarangnya angkot yang masuk ke pasar tersebut mengakibatkan penjualan sepi. Para pedagang mengancam tak akan bayar retribusi jika tuntutan mereka tak digubris Pemkab Cianjur.

Pantauan Radar Cianjur, aksi unjuk rasa pun nyaris ricuh saat para pedagang merangsek masuk halaman Pendopo, dan ditahan petugas Satpol PP, bahkan baku hantam pun nyaris terjadi.

Ketua DPP Pasar Induk Pasir Hayam Habib Hud Alidrus mengatakan, kedatangan para pedagang sebenarnya menyampaikan tuntutan lama, yaitu mendesak pemerintah agar menghilangkan pasar bayangan dan masalah transportasi ke pasar induk.

“Kami menagih janji yang sudah lama mengenai Pasar Bojong Meron, eks Pasar Induk dan Pegadaian, katanya mau dipindah ke Pasar Induk, tetapi kenyataannya masih ditinjau ulang perizinannya. Selain itu trayek angkot hanya beberapa saja angkot yang masuk ke dalam pasar. Padahal ada angkot yang semestinya masuk ke pasar ini malah tidak. Jadi sepi,” kata Habib.

Ia menyebutkan, kesimpulan dari unjuk rasa yang digelar, saat ini seluruh pedagang Pasir Hayam sepakat tak akan bayar retribusi yang jika dirata-ratakan perhari mencapai Rp3 juta. “Kami sepakat tak bayar retribusi dulu sampai keinginan kami dipenuhi,” tegasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Cianjur Himam Haris mengungkapkan, penertiban pasar yang berada di luar Pasar Induk sebenarnya sudah dilakukan, penertiban rutin oleh Satpol PP Kabupaten Cianjur.

“Soal pasar di luar Pasar Induk, soal penerangan jalan, soal perbaikan jalan, bertahap sudah dilakukan,” terang Himam.

Himam menjelaskan, terkait masalah bazar yang akan dilakukan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Plt Bupati jika bazar tersebut lebih banyak negatifnya maka tak akan dilaksanakan.

“Soal angkutan umum, kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan agar angkutan umum bisa masuk,” katanya.

Kasatpol PP Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh, menambahkan, penertiban di eks Pasar Bojongmeron juga terus dilakukan pihaknya. “jika para pedagang ingin ikut dan menyaksikan penertiban silahkan,” terangnya.

(dil)