Rapat Pleno KPUD Cianjur Makan Empat Hari

SEMOGA KONDUSIF: Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cianjur menggelar Rapat Pleno terbuka penghitungan suara se-Kabupaten Cianjur. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Cianjur menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2019 di tingkat Kabupaten Cianjur yang dilaksanakan di Hotel Yasmin Cipanas, kemarin (1/5).

Rapat pleno yang digelar selama empat hari tersebut terhitung dari Rabu hingga Sabtu (4/5) yang turut dihadiri oleh Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah, Dandim 0608 Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani dan Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur, Yudhi Syufriadi.

Selain dihadiri forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), rapat pleno juga dihadiri seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK) se Kabupaten Cianjur dan para saksi dari peserta pemilu. “Rapat pleno ini kita gelar mulai hari ini (kemarin, red), hingga Sabtu (4/5) mendatang. Semoga berjalan aman dan kondusif serta lancar,” ujar Ketua KPUD Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi.

Pengawalan ketat pun diturunkan dari TNI Polri. Bahkan, Polres Cianjur menerjunkan unit polisi satwa K-9, dan satu unit kendaraan taktis water canon.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menyiagakan tenaga kesehatan di lokasi. “Selain menyiagakan tenaga kesehatan, dan ambulan kegawatdaruratan dilokasi hotel. Kita juga menyiapkan sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Cimacan, Cipanas, dan RSUD Sayang untuk rujukan jika terjadi hal yang tak diinginkan,” terang Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Ia berharap pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi suara itu dapat berjalan aman, lancar dan kondusif. Lanjutnya, pihaknya pun meminta masyarakat Cianjur untuk menghormati setiap keputusan yang dihasilkan pada rapat pleno rekapitulasi tersebut.

“Mudah-mudahan dalam kondisi aman dan kondusif tanpa kendala dan pada saat pengumuman yang akan dilakukan KPU pusat nanti, Cianjur tetap kondusif aman terkendali. Siapapun yang menang di pilpres harus didukung sesuai peraturan yang berlaku, jangan ada huru hara atas ketidakpuasan,” tutupnya.

(kim)