Sulit Lulus SMP di Cianjur, Kok Bisa?

KIBAR BENDERA: Dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional digelar di lapang Pendopo kemarin, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman berusaha untuk meningkatkan RLS. FOTO: Humas Pemkab Cianjur For Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Masih banyak yang harus dikerjakan Kabupaten Cianjur guna meningkatkan kualitas pendidikan di peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei, kemarin. Berkaca pada data BPS 2016, Jawa Barat menempati posisi 20 dengan angka 7,95. Hari ini, Cianjur masih terjebak di angka 6,9. Artinya, ada penurunan apabila dibandingkan dengan tahun 2016 lalu. Terpuruknya angka itu ternyata tak lepas dari tingkat rata-rata lama sekolah (RLS) yang sulit untuk mendapatkan kelulusan meski di tingkat SMP.

Pemerintah Kabupaten Cianjur pun menargetkan tingkat RLS naik 0,5 poin setiap tahunnya. Untuk kembali ke angka BPS 2016, Cianjur masih membutuhkan waktu dua tahun lagi. Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, banyak target pemerintah yang masih harus dikejar. Apalagi bidang pendidikan menjadi salah satu poin penting dalam meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM). “Perlu ada pembenahan dan peningkatan di beberapa hal kaitan pendidikan supaya IPM Cianjur juga naik,” ujarnya.

Menurutnya, tak sedikit anak yang kesulitan untuk mencapai sekolah di tingkat SMA. “RLS masih rendah. Kelas 1 SMP saja belum lulus. Kalau bisa mengejar 0,5 poin per tahun pun sudah baik, sehingga ke depan tingkat kesadaran dan partisipasi sekolah bisa meningkat lebih baik,” tuturnya.

Ia pun mengaku, target tersebut memang masih dirasa cukup berat, mengingat anggaran pendidikan untuk Cianjur yang masih terbatas. Sementara di lain sisi masih banyak hal, mulai dari fasilitas, akses dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang mesti dibenahi. “Faktor lainnya karena ada juga warga yang memang belum sadar menyekolahkan anaknya, atau anaknya tersebut memang tidak mau bersekolah,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemkab akan melibatkan semua OPD dalam meningkatkan indeks pendidikan. Pasalnya jika semua OPD terlibat, target tersebut akan mudah terealisasikan. “Kalau hanya disdik yang bergerak tentu berat, tapi kalau bersama-sama mulai dari Dinas Sosial, Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta OPD lainnya menjalankan program yang berkaitan dengan pendidikan, tentu akan cepat terealisasi,” jelasnya.

Herman pun berharap, pada momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional pun diharapkan menjadi langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Cianjur demi mencetak sumber daya manusia dan generasi yang berkualitas ke depannya.

(kim)