Usai UN, Puluhan Anak SD di Cianjur Corat-coret Seragam

IRONIS: Aksi sejumlah siswa salah satu SD di Kabupaten Cianjur corat-coret seragam menandakan pendidikan nilai oleh sekolah dan guru kurang sekali. Pantasan pendidikan di Cianjur masih terpuruk.

RADARCIANJUR.com – Biasanya aksi corat-coret seragam sekolah dan ngegembel (jalan kaki,red) atau konvoi dirayakan mayoritas pelajar SMA/SMK sederajat usai melaksanakan Ujian Nasional (UN). Ironisnya aksi negatif tersebut kini dilakukan puluhan siswa SD yang berada di Jalan Yulius Usman Cianjur, Selasa (30/4).

Meski kegembiraan terlihat dari mereka yang masih terbilang bocah. Tidak memperhatikan orang di sekelilingnya termasuk orangtua mereka yang tidak mengetahui apa yang dilakukan anaknya.

Eny Dahlia (40) salah seorang warga Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur membenarkan, banyak siswa SD setempat yang konvoi jalan kaki sambil ketawa-ketawa kencang. Terlihat mereka hendak memberhentikan mobil box kosong yang melintas di jalur sini, tapi beberapa warga menasehati melarang khawatir celaka.

“Kalau celaka bagaimana, yang rugi dirinya sendiri dan orangtua dibikin repot. Makanya saya dan warga menasehati baik-baik,” kata Eny diamini Dadang (41) masih warga setempat.

Menurutnya, seragam sekolah yang masih layak pakai sebaiknya diberikan kepada adik kelas atau pada tetangga yang kurang mampu. “Bukan dicorat-coret begitu, mungkin masih banyak yang membutuhkan, kami merasa prihatin atas kenyataan masih adanya di Cianjur khusunya sejumlah siswa SD merayakan kelulusan dengan aksi corat coret seragam sekolah dan pakai konvoi jalan kaki lagi, apalagi ngompreng ngegembel stop kendaraan yang melintas, itu mancing kecelakaan,” sesalnya.

Salah seorang guru di Kabupaten Cianjur, Yayan sangat menyayangkan aksi corat-coret seragam sekolah dan konvoi kendaraaan dilakukan siswa SD saat merayakan kelulusan UN. Banyak pihak menilai aksi tersebut tidak mendidik dan terlalu berlebihan. Alangkah baiknya jika seragam sekolah diberikan kepada adik kelas atau tetangga membutuhkan. “Daripada dikotori begitu sayang kan, lebih baik dikasihkan saja biar bermanfaat bagi orang lain,” ucapnya.

(mat)