Banyak Sampah, Alun-alun Cianjur Ditutup Sementara, Dibuka Lagi Kapan?

Petugas sedang melakukan pembersihan dan pemeliharaan di kawasan alun-alun Cianjur

RADARCIANJUR.com – Warga Cianjur yang hendak menikmati Alun-alun Cianjur, sepertinya harus mengurungkan niatnya. Pasalnya, sejak Kamis (2/5) kemarin sampai dengan Sabtu (4/5) mendatang Alun-alun Cianjur dipastikan tidak dibuka alias ditutup total.

Ditutupnya salah satu tujuan wisata murah warga dan ikon Cianjur itu lantaran sedang dilakukan perbaikan, pemeliharaan dan pembersihan. Pasalnya, sejumlah fasilitas dan area di dalam alun-alun kotor lantaran sampah yang dibuang sembarangan.

Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur, Gagan Rusganda mengatakan, pemeliharaan rutin alun-alun ini bertujuan untuk menjaga dan merawat beberapa fasilitas dan tanaman hidup di dalam alun-alun. Terutama untuk membersihkan sampah yang dibuang sembarangan oleh warga.

BERSERAKAN: Alun-alun Kabupaten Cianjur yang indah harus kotor oleh sampah yang bertebaran. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

“Semua fasilitas yang ada di alun-alun dibersihkan. Diantaranya, rumput sintetis, drainase, rumput, dan taman. Ada juga fasilitas yang mengalami kerusakan dan saat ini sedang diperbaiki,” katanya.

Selama dilakukan pemeliharaan dan perbaikan rutin itu, lanjut Gagan, pihaknya menutup total Alun-alun Cianjur selama tiga hari dan akan dibuka kembali pada Minggu (5/5) mendatang.

Terkait kebersihan dan fasilitas di alun-alun, Gagan mengimbau semua warga Cianjur, khususnya para pengunjung untuk ikut serta menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan.

“Setelah dibuka kembali, pengunjung diharapkan ikut serta menjaga fasilitas di alun-alun,” harapnya.

Dengan begitu, jelas Gagan, semua pengunjung lokal maupun luar kota bisa sama-sama menikmati keindahan dan kenyamanan di Alun-alun Cianjur. “Yang terpenting taati tata tertib dan peraturan yang diterapkan,”.

Kesan kumuh dan jorok sendiri sudah mulai tampak di alun-alun sejak beberapa pekan terakhir. Terlihat sampah plastik dan sisa makanan serta minuman berserakan di berbagai sudut. Ironisnya, tempat sampah yang sudah disediakan kadang juga jarang dibersihkan.

Di sisi lain, warga yang berkunjung ke alun-alun juga memiliki kekurangsadaran akan pentingnya menjaga dan merawat kebersihan di dalam Alun-alun Cianjur.

Bahkan, kendati sudah ada larangan menginjak rumput hidup, sepertinya hanya menjadi pajangan semata. Sejumlah tulisan bernada imbauan pun tak pernah ditaati dan diperhatikan para pengunjung.

Isnaeni (25), warga Desa Benjot, Kecamatan Nagrak mengungkapkan, dirinya begitu prihatin melihat ikon Kota Taucho itu kini menjadi kotor dan kumuh akibat sampah yang berserakan.

“Seharusnya tempat ini (alun-alun, red) jadi fasilitas untuk berkumpul keluarga dengan nyaman dan bersih. Jangan seperti sekarang, di waktu berlibur malah meninggalkan sampah. Padahalkan tempat sampah sudah disediakan,” ujarnya.

Dirinya pun sangat menyayangkan prilaku pangunjung yang tidak sadar menjaga kebersihan lingkungan. Dirinya pun berharap masyarakat tidak meninggalkan sampah di alun-alun, agar ikon Cianjur ini tetap menjadi kebanggaan.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidik dan Penindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, Heru Haerul Hakim menuturkan, pihaknya tak henti-hentinya memberikan imbauan kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Kita sudah sering dan tidak henti-hentinya memberikan imbauan, bahkan tim kebersihan pun ada, serba salah juga kita yang sudah memberikan imbauan tapi tidak didengar,” paparnya.

Ketika masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan tersebut, pihaknya belum bisa memberikan sanksi. Namun, ia memberitahu kepada masyarakat untuk mengambil sampah yang ditinggalkan dan dibuang pada tempatnya.

“Ya kita arahkan untuk membawa sampah dari sisa makanan maupun minuman untuk dibuang pada tempatnya. Harusnya juga ada kesadaran untuk tidak meniggalkan sisa makanan dan minuman di alun-alun,” terangnya.

(dil/kim)