Tradisi Ziarah ke Makam Kerabat Jelang Ramadhan di Cianjur, Sudah Ramai Saat H-5

TPU Sirnalaya

RADARCIANJUR.com – Jelang memasuki bulan Ramadhan, ziarah ke makam keluarga dan kerabat seperti menjadi pemandangan yang selalu ditemui di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Cianjur.

Memasuki bulan suci yang tinggal beberapa hari ini, warga pun berbondong-bondong berziarah. Seperti yang terlihat di tempat pemakaman umum (TPU) Sirnalaya I.

Seperti yang terlihat di TPU Sirnalaya I di Kampung Cikaret RW 11, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, tampak ramai dikunjungi warga.

Sebuah pemandangan yang selalu terjadi tiap tahunnya. Dalam kesempatan itu, warga berziarah ke makam kerabat dan keluarga yang sudah meninggal.

Tak lupa, kembang, bunga dan air menjadi ’oleholeh’ dalam ziarah tersebut. Selain itu, menjadi momen untuk membersihkan makam kerabat masing-masing yang dilanjutkan dengan berkirim doa.

Kepala TPU Sirnalaya I, Wawan Kurniawan mengatakan, para peziarah sudah mulai berdatangan sejak Rabu (1/5) lalu dan terus mengalami peningkatan hingga 40 persen dibanding hari biasa.

Menurutnya, angka kunjungan warga yang berziarah itu akan terus meningkat seiring mendekatnya bulan puasa. Warga yang datang pun berasal dari berbagai daerah. Ada yang dari Cianjur, maupun dari luar Cianjur.

”Masih belum ramai di H-3. Kalau warga yang dekat-dekat sini paling biasanya nyekar (ziarah) H-1 sebelum puasa,” ungkapnya.

Dari total luas lahan TPU Sirnalaya I yang mencapai 4,2 hektar lebih, sudah penuh terisi dengan masing-masing blok terisi 500 sampai 800 makam. Sementara yang masih belum terlalu padat ada di Blok D.

”Jumlah keseluruhannya ada sekitar enam blok, rata-rata penuh terisi mencapai 500 lebih ada,” tutur Wawan.

Korlap TPU Sirnalaya I, Dani (38) mengatakan, banyaknya warga yang berziarah sebenarnya bukan hanya momen jelang Ramadhan saja. Namun di hari biasa juga selalu ada para peziarah. Akan tetapi, jumlahnya tidak terlalu banyak seperti jelang Ramadhan.

”Sebetulnya setiap saat melakukan ziarah diperbolehkan. Supaya hati semakin lembut untuk mengingat akan kematian,” ujarnya.

Sementara, Pimpinan DPP Mazolat Pilar Jagat, Aang Zain mengatakan, tujuan berziarah adalah menjalin silaturahmi antar sesama saudara, baik itu yang masih hidup atau sudah meninggal.

”Menjaga jalinan silaturahminya dengan cara saling berkunjung. Jadi mengingatkn kepada kita yang masih hidup. Supaya menjaga persaudaraan, saling tolongmenolong, walaupun sudah tiada jasadnya. Tapi ruhnya bisa kita tolong dengan kebaikan niat dan doa,” terangnya.

Ia menyambungkan, jalinan silaturahmi itu bukan saja saat masih hidup di dunia saja, tapi sampai ke liang lahat pun masih bersilaturahmi. Bahkan sampai dikumpulkan di akhirat. Sehingga, bisa dicontoh mereka yang masih hidup di dunia dengan mempertahan silaturahmi.

”Terasa akan damai dan aman tak ada percekcokan dan pertikaian, semoga kita mengerti dan bisa mengambil hikmah dan isarat warisan yang sudah diwariskan oleh leluhur kita, yaitu ziarah kubur,” terang Aang Zain.

Selain itu, Aang Zein menyambungkan, ziarah kubur juga menjadi pengingat bagi yang hidup di dunia dengan kematian dan kehidupan di akhirat. Sekaligus untuk mendoakan keluarga dan kerabat yang sudah meninggal.

”Sehingga jelang puasa agar bisa menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan semakin giat dan khuzu,” pungkasnya.

(mat)