Hati-hati, Maling Pecah Kaca Mobil Kembali Beraksi

HILANG SEKEJAP: Kaca mobil Datsun milik Zainal Arifin menjadi sasaran pencuri pada malam minggu, Sabtu (4/5) sekitar pukul 22:00 WIB.

RADARCIANJUR.com – Aksi pencurian dengan modus pecah kaca kembali beraksi di Cianjur. Kendaraan Datsun bernomor polisi F 1280 WT milik Zainal Arifin Pengacara dari kantor hukum Inu Jajuli yang terparkir di halaman Rumah Makan Kasih Bunda di jalan Raya Cugenang, Cangklek, Cianjur dipecah pelaku.

Kejadian itu terjadi pada malam hari Sabtu sekitar pukul 22.00 WIB.

Peristiwa itu diketahui Korban, setelah selesai beristirahat di rumah makan. Namun, ketika akan menaiki mobil, Zainal Arifin yang juga purnawirawan perwira polri tersebut kaget melihat kaca mobil bagian samping sudah dalam kondisi pecah.

“Saat itu saya tidak menaruh curiga karena saya sering makan dan ngopi disini, melihat kondisi kaca pecah, tas saya yang tersimpan di jok belakang ternyata sudah raib,” ungkap Zainal yang juga mantan Kaur Bin Ops Reskrim Polres Cianjur, Minggu (5/5).

Dalam tas warna hitam itu, kata Zainal, berisi surat surat penting tentang perkara yang sedang ditanganinya, berikut ijazah dan sertifikat dari lembaga peradi,”Tidak ada uang di dalam tas itu, cuma surat surat penting aja,” ujar pria murah senyum itu.

Zainal menduga para pelaku telah membututinya sejak dalam perjalanan menuju rumah makan.

“Sebagai mantan polisi, pikiran saya mulai menaruh curiga pada dua orang yang juga sedang makan, kedua orang itu gerak geriknya mencurigakan dan logat bahasa yang berbeda, bahasa lampung atau palembang,” tutur Zainal.

Namun, tak berselang lama, tas milik Zainal kembali ditemukan. “Alhamdulillah tas itu berhasil ditemukan kembali sehari setelah kejadian, saya duga pencuri membuang tas itu, karena didalamnya tidak ada uang maupun barang berharga, di dalam tas itu kan ada kartu nama dan nomor handphone saya. Tukang sate maranggi yang menemukan tas saya langsung nelpon saya, “ imbuhnya.

Zainal berharap, masyarakat harus tetap waspada. Jangan menyimpan barang-barang berharga apalagi tas di dalam kendaraan, karena dapat mengundang kejahatan. Kalau keluar dari mobil jangan ada yang ditinggalkan,” katanya.

(yaz)