KPUD Cianjur Batal Sampaikan Laporan Hasil Pleno, Ini Penyebabnya

SUDAH RAMPUNG: KPUD CIanjur menggelar rapat pleno hari terakhir di Hotel Yasmin, Kecamatan Pacet, kemarin.

RADARCIANJUR.com – Penyampaian hasil rekapitulasi Pemilu Kabupaten Cianjur alami pemunduran pada rekapitulasi suara tingkat KPU Jawa Barat.

Sebelumnya Kabupaten Cianjur menjadi salah satu wilayah dari enam KPU yang akan menyampaikan laporan hasil rapat pleno di KPU Jawa Barat hari ini, Rabu (8/5).

Namun, berdasarkan sejumlah pertimbangan, penyampaian hasil pleno Cianjur di KPU Jabar akan diundur.

KPU Jabar sendiri menggelar rapat pleno rekapitulasi suara hasil pemilihan umum 2019 selama empat hari dimulai Rabu (8/5) hingga Sabtu (11/5).

Kepala Sub Bagian Teknis dan Hubungan Masyarakat KPU Jabar, Cecep Nurjanah mengatakan, selama empat hari tersebut, KPU akan merekapitulasi hasil penghitungan suara dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat di Aula Setia Permana Jalan Garut, Kota Bandung.

“Dalam empat hari ini, kami kira cukup untuk merekapitulasi suara hasil pemilu di Jabar,” kata Cecep, Selasa (7/5).

Cecep mengatakan, tiap kota/kabupaten nantinya akan menyampaikan hasil pleno dari daerah masing-masing. KPU telah menjadwalkan urutan kota/kabupaten yang akan menyampaikan hasil pleno.

“Tapi ini sifatnya tentatif. Bisa menyesuaikan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Cecep.

Sesuai jadwal, sebenarnya di hari pertama, hari ini, KPU Jabar menjadwalkan enam daerah yang akan menyampaikan hasil rapat pleno.

Enam daerah tersebut antara lain Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Tasikmalaya.

Namun, dari jadwal yang sudah ditentukan ternyata diundur. Pasalnya, pelaksanaan rapat pleno terbuka pemilu 2019 baru rampung tadi malam (7/5).

Hal itu menjadi pertimbangan KPU Provinsi Jawa Barat untuk memberikan waktu kepada KPUD Cianjur melakukan penyampaian rapat pleno tingkat provinsi.

”Jadwalnya kita diundur hari Jumat atau Sabtu, karena kita baru beres malam ini (tadi malam, red) dan ini sudah kita laporkan ke KPU Provinsi Jabar,” ujar Ketua KPUD Cianjur, Hilman Wahyudi.

Persiapan yang dilakukan pun sudah yakin matang, pihaknya akan membawa hasil pleno dan kemudian melakukan pemeriksaan ulang data yang sudah diplenokan agar validasi data yang disampaikan tidak ada perubahan.

Lanjutnya, jika ada data yang belum valid, pihaknya segera melakukan koreksi ulang.

”Insya allah yakin, karena dari perolehan awal tidak ada perubahan dan dari data pleno akan kita cek ulang agar validasi data pada saat penyampaian tidak ada perubahan. Kalau ada yang belum valid, maka segera kita koreksi,” paparnya.

Ketua Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Masyarakat KPUD Cianjur, Rustiman menambahkan, data yang baru ditetapkan KPUD Cianjur sudah otentik.

”Pastinya data yang baru ditetapkan KPUD Cianjur yang otentik dan sesuai, karena sudah dilakukan pembuktian secara berjenjang,” terangnya.

Pihaknya pun mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat Kabupaten Cianjur atas pemilu 2019 yang aman dan kondusif.

Di hari kedua Kamis (9/5) ada delapan daerah lainnya menyampaikan hasil rapat pleno. Kedelapannya adalah Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Purwakarta.

Di hari ketiga, Jumat (10/5) KPU Jabar menjadwalkan delapan daerah lagi untuk memberikan data suara dari rapat pleno di tingkat kota/kabupaten. Daerah-daerah itu adalah Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, dan Kota Bekasi.

Di hari terakhir Sabtu (11/5), tersisa empat daerah lagi yang akan menyampaikan hasil rapat pleno tingkat kota/kabupaten yaitu Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

(kim)