Cek di Sini Hasil Pleno Rekapitulasi DPR RI Dapil III Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur

Ilustrasi Jawa Pos

RADARCIANJUR.com – Hasil pleno rekapitulasi untuk DPR RI daerah pemilihan (Dapil) 3 untuk wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur tuntas. Lumbung suara sah partai politik (parpol) rampung terkumpul. Hasilnya pun akhirnya kuat tersirat untuk menyimpulkan siapa saja calon legislatif (caleg) Dapil 3 yang bakal menuju ke Gedung Senayan, Jakarta.

Sembilan wajah akan menghiasi kursi parelemen di Jakarta dalam kurun waktu 2019 hingga 2024 mendatang. Para wakil dari dapil jabar 3 ini akan bersanding dengan 566 wakil rakyat lainnya dari sejumlah daerah. Tahun ini, ada penambahan jumlah kursi DPR RI dibandingkan periode sebelumnya yaitu sebanyak 560 kursi.

Dari 16 parpol yang bertarung dalam pemilu 2019, hanya delapan parpol yang sukses memperebutkan jatah kursi di arena dapil 3. Gerindra menjadi juaranya. Partai berlambang kepala burung Garuda ini berhasil meraup suara sebanyak 282.653 suara sah.

Posisinya diikuti PKS dengan perolehan 253.043 suara dan PDI Perjuangan dengan saku 212.966 suara. Partai Golkar menempati peringkat empat klasemen dengan perolehan 210.231 suara.

Di titik kelima ada Partai Demokrat dengan suara sebanyak 170.323. Di peringkat keenam ada PKB yang turut mengumpulkan 112.226 suara. PAN berada di posisi ketujuh. Partai dengan slogan ’Bela Rakyat Bela Umat’ ini merebut 106.378 suara. Berlanjut di posisi berikutnya ada partai Nasdem dengan 90.986 suara.

Nah, dari perolehan suara itulah maka sembilan nama caleg yang menembus perhelatan pemilihan legislatif (pileg) dapat dikerucutkan. Menggunakan metode perhitungan sainte lague, sembilan nama pemenang dapil Jawa Barat (Jabar) 3 bisa diketahui.

Metode ini diperkenalkan oleh seorang matematikawan asal Perancis bernama Andre Sainte Lague pada tahun 1910. Sementara di Indonesia regulasi ini disahkan pada 21 Juli di DPR RI dengan menggabungkan tiga undang-undang pemilu, yakni UU 8 2012 tentang Pemilu Legislatif, UU 15/2011 tentang Penyelenggara Pemilu dan UU 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, menyebutkan bahwa partai politik harus memenuhi ambang batas parlemen sebanyak 4 persen dari jumlah suara. Hal ini diatur dalam Pasal 414 ayat 1.

Sesudah partai memenuhi ambang batas parlemen, langkah selanjutnya adalah menggunakan metode Sainte Lague untuk mengkonversi suara menjadi kursi di DPR. Hal itu tertera dalam Pasal 415 (2), yaitu setiap partai politik yang memenuhi ambang batas akan dibagi dengan bilangan pembagi 1 yang diikuti secara berurutan dengan bilangan ganjil 3,5, 7 dan seterusnya.

Sekarang, mari kita berhitung. Untuk meraih kursi pertama maka jumlah suara parpol tertinggi akan ditarik ke dalam pembagi 1. Gerindra otomatis memesan satu kursi miliknya sebagai pemenang dengan suara 282.653 suara. Patokan pun langsung dilakukan dari perolehan kursi pertama dengan pembagi tiga. Gerindra mendapatkan angka dari hasil bagi tiga yaitu 94.217 suara.

Lanjut di bangku kedua, ada PKS sebagai juara kedua. Suara 253.043 tetap sama dilakukan pembagi 1. Alat pembagi 1 berikutnya akan diberlakukan pula pada parpol urutan ketiga yaitu PDI Perjuangan dengan suara 212.966 suara. Kursi ketiga sudah menjadi milik partai berlambang banteng moncong putih ini.

Untuk mengisi kursi keempat ada partai Golkar. Golkar suksesi dengan suaranya yang mencapai 210.231. Satu kursi aman untuk partai yang diketuai Airlangga Hartarto ini.
Makin sengit di kursi menengah. Angkanya pun semakin dekat antara perolehan suara partai yang satu dengan yang lain. Namun, di urutan keenam klasemen ada PKB yang ’nyempil’ dengan suaranya 112.226. Kursi ketujuh berangkat dari PAN. PAN masih mengamankan posisinya di tengah arena perebutan kursi dengan suara 106.378 suara.

Nah, di kursi ke delapan inilah terjadi keajaiban. Di bawah PAN Seharusnya ada partai Nasdem dengan perolehan 90.986 suara. Namun, apabila ditengok lagi ke atas, Gerindra masih terlalu tangguh sebagai juara. Setelah dibagi angka tiga, lumbung suara Gerindra ternyata masih lebih perkasa dengan angka 94.217 suara. Kursi ke delapan pun direbut Gerindra. Artinya, Gerindra sudah memasang jatah lebih dengan dua kursinya dibandingkan dengan parpol lainnya.

Nasdem ternyata masih bisa berpuas diri. Di kursi terakhir, partai yang diketuai Surya Paloh ini memasang jurang degradasi dengan suaranya di 90.986. Sekaligus menutup semua asa parpol yang masih semangat dan berniat untuk meraih kursi.

Akumulasi jatah kursi sudah dipenuhi. Parpol Gerindra sebagai juara puas dengan dua jatah kursinya. Lalu, siapa saja caleg yang lolos? Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi, dua wakil Gerindra yang akan duduk yaitu Ahmad Riza Patria dan Endang Setyawati Thohari Dess.

Masih ada tujuh kursi lagi. Parpol dengan mesin partai yang mengakar dan kuat di Jabar, PKS pun mengutus incumbent, Ecky Awal Mucharam. PDI Perjuangan selanjutnya. Partai dengan tagline ’Indonesia Hebat’ ini mampu memasukan nama incumbent sama seperti PKS yaitu Diah Pitaloka.

Ada perubahan yang mencolok di parai Golkar. Dua incumbent masing-masing Eka Sastra dan Deding Ishak harus ’mengalah’ dari pendatang baru yaitu Budhy Setiawan. Budhy menjadi caleg dengan raihan suara terbanyak di Golkar dengan 47.967. Mantan anggota DPRD Provinsi Jabar ini mengungguli perolehan suara Eka 40.745 suara dan Deding dengan hasil akhir 34.549.

Demokrat masih dengan wajah lamanya. Mantan Menteri Kopersi UKM, Syarifuddin Hasan melenggang dengan suara 35.270. Incumbent juga masih perkasa bagi PKB. Nama Neng Eem Marhamah Zulfa kembali menduduki kursi parlemen.

Nama Edy Soeparno membuat kejutan dari PAN. Sekjen PAN ini mampu mengukir keberhasilan di dapil jabar 3. Sedangkan yang terkahir dari partai Nasdem adalah Tjetjep Muchtar Soleh. Mantan Bupati Cianjur dua periode ini menjadi wakil partai dengan slogan ’Restorasi Indonesia’ menuju Senayan.

Dari sejumlah deretan nama ini, lima incumbent masih bisa bertahan di tengah perhelatan perebutan kursi DPR RI di ajang dapil 3. Empat wajah baru otomatis menggantikan empat nama incumbent lainnya.

Perolehan Kursi DPR RI
– Gerindra 2 kursi
Ahmad Riza Patria 54.528
Endang Setyawati 28.618
– PKS 1 kursi
Ecky Awal Mucharam 106.044
– PDI Perjuangan 1 kursi
Diah Pitaloka 47.263
– Golkar 1 kursi
Budhy Setiawan 47.967
– Demokrat 1 kursi
Syarifuddin Hasan 35.270
– PKB 1 kursi
Neng Eem Marhamah Zulfa 36.114
– PAN 1 kursi
Edy Soeparno 45.081
– Nasdem 1 kursi
Tjetjep Muchtar Soleh 21.596

GRAFIS II
Perolehan Lumbung Suara Parpol
1. Gerindra 282.652
2. PKS 253.043
3. PDI Perjuangan 212.966
4. Golkar 210.231
5. Demokrat 170.323
6. PKB 112.226
7. PAN 106.378
8. Nasdem 90.986

(yaz)