Tarawih di Cianjur, Ini Pesan dari Kang Emil

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melaksanakan salat Tarawih berjamaah di Masjid Agung Cianjur, Rabu (8/5) malam

RADARCIANJUR.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melaksanakan salat Tarawih berjamaah di Masjid Agung Cianjur, Rabu (8/5) malam kemarin. Kedatangan orang nomor satu di Jawa Barat itu merupakan bagian dari program Tarawih Keliling yang sekaligus upaya Pemprov Jabar memuliakan bulan Ramadhan dengan cara syiar, silaturahmi dengan warga, dan berbagi kebahagiaan.

“Saya ini sebagai Gubernur ada agenda Tarawih keliking keliling di wilayah Cianjur dan sekitarnya. Kegiatan ini dalam rangka memperbanyak ibadah,” kata Ridwan Kamil.

Melalui kegiatan tersebut, sadapat meningkatkan ketakwaan. Karena dengan begitu, orang yang tidak tahu menjadi tau. Orang yang sudah paham menjadi paham, dan orang yang susah paham menjadi bisa, serta orang yang sudah bisa, menjadi istikomah.

Di sisi lain, pria yang akrab disapa Kang Emil ini berujar bahwa saat ini kita sedang dalam suasana kebatinan. Dimana persatuan, kerukunan dan perdamaian tanah air sedang harus terus digalakkan.

“Bagaimanapun umat muslim ada ukuwah islamiyah, jangan mudah dipecah oleh hal-hal yang sebenarnya bisa kita kendalikan,” pesannya.

Ia mengatakan, upaya mengendalikan hawa nafsu, salah satunya dengan cara mengendalikan postingan-postingan melalui media sosial yang mungkin dapat membuat reaksi-reaksi yang tidak perlu.

“Bicaralah yang baik, atau diam. Postinglah yang positif atau tahan. Kalau urusan perpolitikan kita tahan, serahkan pada mekanismenya,” pungkasnya.

Plt Cianjur, Herman Suherman mengucapkan syukur atas kunjungan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar ke Cianjur untuk melaksanakan salat Tarawih dan sosialisasi program Pemprov Jabar. Dalam kesempatan itu juga, RK menyalurkan dana zakat dari Baznas Provinsi Jabar kepada DKM Masjid Agung Cianjur.

“Malam kemarin ada yang berbeda pada palaksanaan salat Tarawih di Masjid Agung, yakni hadirnya Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Selain menyalurkan zakat, juga menyantuni anak yatim piatu dan kaum dhuafa,” kata Herman.

(dil)