Bawahan Ternyata Gak Nurut, Nasib Pedagang PIC Makin Suram

Pasar Induk Cianjur tampak sepi

RADARCIANJUR.com – Upaya untuk mencari solusi terhadap permasalah yang terjadi di Pasar Induk Cianjur (PIC) sepertinya menemui jalan gelap. Pasalnya, tidak ada koordinasi dan sinergitas antar dinas terkait.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman menuturkan, terkait PIC sudah dimusyawarahkan dengan seluruh unsur muspida, pedagang dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Itu sudah dimusyawarahkan dengan Muspida, LSM dan pedagang. Dari mulai mencari solusi sepi pasar, hingga kemarin bazar Ramadan,” ujarnya ditemui di kantornya, Jumat (10/5).

Dari musyawarah tersebut, menghasilkan sejumlah poin-poin yang telah disepakati bersama. Seperti membersihkan pedagang liar dan pasar-pasar bayangan dan juga digelarnya bazar Ramadan yang menjadi salah satu tuntutan pedagang.

Herman menekankan, bahwa pihaknya selama ini tidak tinggal diam dan terus berupaya kembali mengoptimalkan PIC. Akan tetapi, hal itu butuh kesabaran dan kepercayaan dari masyarakat kepada Pemkab Cianjur untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Akan kita bantu optimalkan PIC. Dan pasar bayangan sudah mulai ditindak oleh Satpol PP,” katanya.

Asisten Daerah II (Asda) Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yanto Hartono menilai, dari hasil yang dilakukan Pemkab Cianjur rasanya cukup memuaskan. Akan tetapi, ada hal yang tidak singkron dalam teknis pelaksanaannya.

Pasalnya, Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur sudah melayangkan surat instruksi terkait PIC kepada sejumlah dinas terkait. Bahkan, surat dimaksud juga ditembuskan kepadanya.

Akan tetapi, hingga kini, belum ada gerak kerja dari dinas-dinas terkait untuk melaksanakan poin-poin yang dihasilkan dalam musyarawah sebelumnya dan yang tertuang dalam surat instruksi dimaksud.

“Kalau saya bertindak, bukan wewenang saya. Yang lebih wewenang itu Pak Sekda (Aban Sobandi, red). Tapi sepertinya yang saya lihat (dinas-dinas) tidak pada nurut atas apa yang sudah diperintahkan (atasan). Padahal surat instruksi sudah ditujukan ke beberapa dinas, tembusannya ke saya pun ada,” bebernya.

Hanya saja, ia mengusulkan kepada Sekda agar menyiapkan konsep yang brilian untuk mengangani permasalah PIC. Pihaknya pun siap membantu untuk mengkoordinasikan ke setiap dinas-dinas terkait.

Hematnya, semua tuntutan dan aspirasi para pedagang PIC pun seyogyanya segera ditanggapi dan direalisasikan. Agar, permasalahan yang ada saat ini, tidak terus berkembang dan berkepanjangan hingga munculkan permasalahan baru lainnya.

“Pemkab Cianjur harus cepat merealisasikan apa yang diminta oleh para pedagang. Jika ada yang perlu dibenahi, harus ada rapat yang bukan rapat biasa saja. Tapi rapat yang memang menghasilkan untuk kepentingan para pedagang,” terangnya.

Dinas yang ikut terlibat dalam pembenahan PIC diantaranya yakni Diskoperindagin, Dishub dan bahkan Disparpora pun turut andil.

Lanjutnya, Disparpora diharapkan bisa memberikan kontribusi yaitu memberikan konsep dengan polesan menarik agar ramai pengunjung. Selain itu, pasar bisa dijadikan suatu hal yang unik. Sehingga nantinya sedikit demi sedikit akan meramaikan.

“Terlepas konsepnya seperti apa, ya itu kan nanti akan menjadi rumusan. Kalau bisa Disparpora turut ikut andil dengan memberikan kosep menarik,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap, para pedagang bisa lebih bersabar dan menunggu hasil yang bisa memberikan keuntungan untuk kemaslahatan semuanya. Sementara, pasar bayangan yang selama ini menjadi salah satu permasalahan harus dibubarkan secepatnya karena sangat merugikan pedagang PIC.

“(Pasar bayangan) Harus dibubarkan, karena itu merugikan para pedagang PIC tentunya dan mematikan penghasilan,” tegasnya.

Sayangnya, Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Aban Sobandi yang dimintai keterangan terkait sengkarut permasalahan ini malah ogah-ogahan. Malah, ia mengarahkan Radar Cianjur ke Humas Pemkab Cianjur.

“Aduh, kan sudah diwakilkan. Kalau untuk komentar mengenai permasalahan apapun, ya ke Humas aja ya,” singkatnya.

(kim)