Ruang Kelas MI Ridogalih di Cibinong Setengah Tahun Ambruk Dibiarkan

RADARCIANJUR.com – Sudah setengah tahun lebih ambruk, tiga ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ridogalih di Kampung Tegalnangka RT 01/03, Desa Pananggapan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, belum tersentuh bantuan sama sekali. Akibatnya, tiga ruang yang ambruk lantaran rayap itu terbengkalai.

Tak pelak, ambruknya tiga ruang kelas membuat kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu. Sebagian muridnya sempat tidak mau lagi melakukan kegiatan belajar di sekolah tersebut.

Pipih (45), seorang guru di MI Ridogalih mengatakan, kurang lebih sudah 6 bulan lamanya kondisi ruang kelas tersebut dibiarkan ambruk, karena hingga saat ini pihaknya terkendala dengan biaya.

“Sebelumnya baru dua lokal ruang kelas ini ambruk. Tapi seiring waktu sekarang bertambah satu lokal, menjadi 3 lokal,” kata Pipih melalui telepon, Jumat (10/5).

Pipih mengatakan, jumlah murid di sekolah tersebut ada 77 murid dan saat ini terpaksa harus bergeser ke ruang kelas yang masih tersisa, meskipun terpaksa sedikit kurang efektif karena keterbatasan ruangan.

“Yang pasti kalau kegiatan belajar mengajar paling juga nantinya akan kami gunakan ruangan yang masih bisa kami pakai untuk kegiatan belajar,” katanya.

Pipih berharap, ada perhatian khusus dari pemerintah daerah maupun provinsi. Karena menurutnya, hingga saat ini, belum ada tindakan nyata ataupun bantuan khsusus untuk kembali merenovasi tiga ruang kelas tersebut.

“Sebenarnya sudah ada yang meninjau langsung dari Kemenag, namun nyatanya hingga saat ini belum juga ada upaya yang dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten Cianjur Hamdan membenarkan ambruknya tiga ruangan kelas di MI Ridogalih itu. Laporan ambruknya ruang kelas itu juga sudah diterimanya sejak enam bulan ke belakang.

“Iya benar, itu kejadiannya kurang lebih enam bulan ke belakang. Dan saya atas perintah dari pimpinan langsung turun meninjau ke lokasi,” katanya.

Menurutnya, bahan atap bangunan MI tersebut mendominasi dari kayu, sehingga mudah diserang rayap.

“Kami juga telah menyarankan kepihak MI agar ruang kelas yang masih utuh segera mendapatkan perawatan secara efisien, sambil menunggu bantuan datang,” katanya.

Hamdan mengatakan, dari 3 ruang kelas yang ambruk tersebut dipastikan akan memakan biaya sebesar Rp 250 juta per ruangan.

“Artinya kurang lebih Rp750 juta kalau dibangun dari awal,” katanya.

(dil)