Mobil Maut Tabrak Tiga Remaja Ternyata Milik Polsek Cidaun, Ini Kata Polres Cianjur

RESPONSIF: Kapolres Cianjur KBP Soliyah mengunjungi keluarga korban tabrak lari di Kecamatan Cidaun., Minggu (12/5) pagi kemarin. Kapolres berjanji memproses kasus ini dengan tegas dan transparan.

RADARCIANJUR.com – Polres Cianjur memberikan santunan dan langsung mendatangi keluarga korban tabrak lari di Jalan Raya Pelabuhan Jayanti km 01, Kampung Babakan Garut, Desa Cidamar, Cidaun.

Dalam peristiwa mengenaskan itu, dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian, satu meninggal dunia di Puskesmas setempat. Tiga remaja tewas yakni Faisal (15), Hermawan (14) dan Anwas (12) tewas di lokasi kejadian.

Sedangkan satu korban lainnya, Lungga (16), kritis dan harus menjalani perawatan intensif di Puskesman Cidauan.

Sementara, sopir mobil Honda Jazz nopol D 1722 GX yang menabrak korban, berinisial AR, sudah diamankan dan saat ini tengah menjalani perawatan medis lantaran sempat dihakimi massa yang emosi.

Di sisi lain, ratusan warga langsung menyerbu kantor Polsek Cidaun lantaran mengetahui bahwa mobil maut tersebut adalah milik salah satu anggota polisi setempat. Sebagai bentuk kekecewaan, warga kemudian merusak dan membakar mobil tersebut di depan Polsek Cidaun.

Akibat peristiwa tersebut, Kapolres Cianjur AKB Soliyah dan rombongan langsung mendatangi lokasi. Selain itu, juga mendatangi keluarga korban sekaligus memberikan santunan.

Kapolres dan rombongan sendiri tiba sekitar pukul 05:00, Mingu pagi (12/5) dan langsung mengecek tempat kejadian perkara. Selanjutnya, langsung menuju ke rumah duka dan mengikuti proses pemakaman ketiga korban meniningal.

Tokoh Desa Cidamar, Maman Kohen (52) pun mengapresiasi pihak Polres Cianjur yang bergerak cepat merespon kejadian tersebut dengan sudi datang langsung dan menemui masyarakat.

“Saya sebagai tokoh merasa prihatin sekali dengan kejadian seperti sekarang ini, karena ini baru pertama kali kejadian seperti ini,” ucapnya.

Maman juga menyatakan tak habis pikir dengan pelaku yang mengemudi mobil dalam keadaan mabuk terpengaruh alkohol dan ugal-ugalan. Terlebih, mobil yang dipakai pelaku adalah milik salah seorang anggota Polsek Cidaun.

“Untuk kedepannya, kejadian yang seperti ini jangan sampai terulang kembali,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga berharap ada pembinaan khusus. “Baik kepada masyarakat maupun anggota polisi,” lanjutnya.

Maman menyambungkan, untuk pelaku sendiri, dirinya atas nama keluarga korban dan warga memohon kepada penegak hukum untuk mengadili pelaku dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

“Sebab sudah menghilangkan tiga nayawa sekaligus dan satu orang luka berat. Jangan sampai pihak aparat kepolisian berat sebelah sehinga pelaku tidak diperoses dengan sedail-adilnya karena ada kedekatan tertentu,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Soliyah menjelaskan, kedatangan rombongan Polres Cianjur tidak lain bentuk kepedulian kepada masyarakat, utamanya kepada kaluarga korban.

“Yah ini memang suatu kejadian yang di luar dugaan sama sekali. Makanya begitu dapat laporan kami langsung kesini (Cidaun),” tutur Soliyah.

Soliyah menyambungkan, terkait dengan kepemilikan mobil Honda Jazz yang terlibat dalam kejadian itu memang benar milik salah satu anggota Polsek Cidaun. Akan tetapi, pengendaranya adalah warga sipil, bukan anggota polisi dimaksud.

“Memang benar milik salah satu anggota polsek Cidaun yang dipinjamkan kepada tersangka. Mungkin karena berteman dengan baik sehinga kendaraan itu dipinjamkan,” bebernya.

Kendati demikian, Soliyah berjanji akan mengusut kasus tabrak lari ini sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Terkait dengan adanya dugaan keterlibatan anggota polisi dalam peristiwa maut itu, pihaknya memastikan akan memeriksa anggota dimaksud.

“Nanti akan periksa di Provos apakah memang itu ada keteledoran dari anggota sendiri atau tidak,” tegasnya.

Akan tetapi, jika memang kendaraan tersebut dipinjamkan pemilik kepada tersangka, maka pemilik kendaraan tidak bisa dijerat hukum. “Yang bermasalah ini yang mengunakan kendaraan inilah yang teledor, sehinga terjadinya musibah kecelakaan nanti yang akan kita peroses,” jelasnya.

Di sisi lain, untuk keluarga korban, telah diberikan santunan dan bantuan untuk biaya pemakaman dan tahlilan untuk meringankan beban keluarga korban.

“Saya berharap, dari keluarga korban agar ikhlas untuk menerima semua ini karena Kejadian ini adalah takdir dari Allah SWT. Termasuk juga seluruh warga masyarakat Cidamar, agar tetap tenang menyikapinya. Karena semuanya itu sudah kita tanggani sesuai dengan hukum yang ada,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar kejadian serupa jangan sampai terjadi lagi. Tak hanya itu, pihaknya juga meminta masyarakat agar tidak main hakim sendiri dalam menyikapi setiap permasalahan hukum.

“Apapun kejadian yang ada, untuk masyarakat, agar disikapi lebih bijaksana lagi dan tidak main hakim sendiri. Percayakan kepada kami untuk menangani secara hukum yang ada,” sambungnya.

Menyoal perusakan dan pembakaran mobil maut pencabut tiga nyawa, pihaknya akan melakukan pendalaman dari hasil penyelidikan dan penyidikan. Hal yang sama, sambung Soliyah, juga diterapkan untuk pelaku yang sudah diamankan.

“Nanti kita lihat dari hasil penyelidikan dan penyidikan, apakah tersangka ini mengunakan narkoba atau dalam pengaruh minum minuman keras. Semuanya pasti akan kita informasikan dan sampaikan ke publik. Kami sangat terbuka,” tutup Soliyah.

(jay)