Aep Tewas Ditabrak Mobil Plat Merah, Begini Kronologisnya

DUKA DI PAGI HARI: Jenazah Aep tergelatak di Jalan Siliwangi sesaat setelah sepeda yang diayuhnya ditabrak dari belakang mobil plat merah milik pemkab Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Siliwangi No. 96 Cianjur pada Senin (13/5) pagi.

Seorang pengendara sepeda, Aep (65) warga Kampung Puncak Suji RT01/RW07, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, meninggal dunia di lokasi kejadian, setelah sepeda yang ditumpanginya tertabrak mobil bernomor polisi F 1526 W milik Pemda Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu berawal saat korban mengendarai sepeda dan ditabrak dari belakang oleh mobil Daihatsu Xenia yang dikendarai oleh Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Cianjur, Tatang Basri.

Saat kejadian pengendara mobil melaju seorang diri dari arah selatan menuju utara. Ia diduga mengantuk sehingga kurang memperhatikan arah depan dan menabrak sepeda korban yang sudah dalam jarak dekat.

Korban langsung tewas di lokasi kejadian, sementara mobil tak mengalami kerusakan.
“Kejadiannya tadi (kemarin, red) pagi. Pak Aep lagi menggowes (mengayuh) sepedanya dari arah Pasir Hayam menuju Cianjur. Tiba-tiba dari belakang mobil hitam plat merah menyeruduknya hingga pak Aep terjungkal dan kepalanya membentur trotoar jalan,” jelas Edi (54) salah satu saksi kejadian.

Kepala Kamar Mayat RSUD Sayang Cianjur, Dendi Kurniadi mengungkapkan, kondisi korban datang sudah dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 07.30 WIB. Menurutnya, korban mengalami luka di bagian kepala yang cukup parah. “Visum sudah beres. Sekarang lagi dijahit lukanya,” ujar Dendi.

Anak korban, Herman (34) mengatakan, ayahnya tersebut akan bekerja sebagai buruh bangunan. “Ia sudah bertahun-tahun menjadi kuli bangunan. Tadi (kemaren, red) pagi juga ia berangkat untuk ikut menjadi kuli bangunan,” ujarnya ditemui di kamar mayat RSUD Sayang Cianjur, kemarin.

Herman mendengar sepeda ayahnya mengalami kecelakaan dengan mobil Avanza pelat merah. “Sebagai putra tertua, saya akan minta keadilan sesuai hukum yang berlaku. Keluarga sudah emosi tapi tadi saya redam,” paparnya.

Herman menjelaskan, jika tak bekerja sebagai buruh bangunan, kadang ayahnya menjadi tukang becak. Herman sempat terkejut mendengar kabar ayahnya di kamar jenazah. Padahal ia baru saja akan berangkat ke Sukabumi untuk mengantar berobat anaknya.

“Saya tadi mendengar si bapa di rumah sakit sudah di ruang jenazah, saya tak bisa apa apa lagi. Katanya tertabrak oleh pelat merah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Cianjur, Dadan Ginanjar mengatakan, saat kejadian anak buahnya itu sedang dalam perjalanan dari rumahnya di Campaka ke Kantor Kesbangpol. Menurutnya, Tatang diketahui tidak tidur usai melakukan salat tahajud sebelumnya, sehingga diduga saat mengendarai mobil dalam keadaan mengantuk.

“Begitu terima laporan tadi pagi, Pak Tatang langsung saya hubungi menggunakan telepon. Dia mengatakan, hari sebelumnya seusai salat tarawih langsung istirahat dan tidur. Kemudian dini harinya ia terbangun untuk melaksanakan salat tahajud. Dan dari sana ia belum tidur lagi,” katanya.

Menurut Dadan, Pemda Cianjur bertanggungjawab atas peristiwa yang menimpa keluarga Aep. Pihaknya mengaku akan memberikan bantuan biaya almarhum dari mulai pemulasaran jenazah hingga pengeluaran keluarga untuk tahlilan selama tujuh hari.

“Alhamdullilah pihak pemerintah sudah bertemu dengan keluarga Pak Aep untuk menyampaikan bela sungkawa dan kami akan menanggung segala bentuk biaya untuk almarhum,” pungkasnya.

(dil)