Bulan Ramadan, Stok Darah Siaga Merah

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Pada bulan Ramadan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur mengalami penuruan pendonor darah lebih dari 50 persen. Kondisi tersebut mengakibatkan ketersediaan stok di bank darah menipis.

Sekretaris PMI Kabupaten Cianjur, Heri Hidayat menuturkan, kebutuhan darah di Cianjur per bulannya mencapai 1.500 orang. Oleh karena itu, per hari rata-rata harus ada 50 orang yang melakukan donor darah. Sayangnya, selama Ramadan ini per hari hanya ada lima sampai tujuh orang pendonor yang datang.

“Kebutuhan darah di Kabupaten Cianjur itu kan sekitar 1.500 orang. Jadi per hari harus ada 50 orang yang melakukan donor darah, tapi saat bulan puasa ini paling banyak tujuh orang yang datang,” ujarnya.

Lanjutnya, kebanyakan orang tidak mendonor saat Ramadan lantaran takut batal puasa ataupun takut tidak kuat dalam menjalankan ibadah puasa. Padahal, banyak manfaat dari mendonor dan waktunya pun bisa disesuaikan, termasuk ketika setelah berbuka puasa.

“Butuh proses untuk menyadarkan warga supaya tetap rutin mendonor selama Ramadhan, kembali lagi dua alasan utama takut batal dan tidak kuat berpengaruh besar. Tapi secara bertahap terus kami berikan imbau kepada mereka (pendonor, red),” paparnya.

Untuk memenuhi kebutuhan stok darah, Pemkab Cianjur sudah mengeluarkan surat edaran nomor 400/3156/Kesra tentang Donor Darah di Bulan Ramadhan, dimana setiap pwgawai di lingkungan OPD, BUMD dan instansi lainnya diimbau untuk meakukan donor darah.

Di samping itu, Heri juga mengimbau warga Cianjur secara umum untuk turut sadar pentingnya donor darah, terutama membantu saudara yang membutuhkan stok darah.

“Diharapkan dengan langkah dari pemerintahd aerah tersebut bisa memenuhi kebutuhan darah, dan juga diharapkan bisa lebih dari kebutuhan stok dengan kesadaran warga yang meningkat untuk donor darah,” tutupnya.

(kim)