Musim Kemarau di Depan Mata, Siap-siap Krisis Air

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Musim kemarau ada di depan mata. Kabupaten Cianjur masuk ke dalam sepuluh wilayah di Jawa Barat (Jabar) yang akan mengalami musim kemarau pada dasarian (sepuluh harian) I- Juni III 2019. Tak ingin bersantai diri, Badan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur sudah melakukan ragam persiapan guna menghadapi massa musim krisis air ini .

“Kalau saat ini kan masih dalam musim hujan hingga akhir bulan Mei, tapi kita siap-siap juga untuk antisipasi musim kemarau,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Dody Permadi.

Ia mengatakan, pihaknya pun berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya. Pada 2018, 11 kecamatan mengalami dampak yang cukup mengkhawatirkan dari kekeringan ini.

“Ya, ada 11 kecamatan yang memang jadi perhatian kami apabila musim kemarau tiba,” paparnya.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan menggandeng Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Distarkimtan) dan Perusahaan Daeraah Air Minum (PDAM) Kabupaten Cianjur. Pasalnya, BPBD Kabupaten Cianjur tidak memiliki fasilitas untuk pengangkut air.

“Kita akan menggandeng Distarkimtan dan juga PDAM yang memiliki fasilitas untuk pengangkut air,” teranngya.

Bahkan, jika dua instansi tersebut tidak bisa membantu, mau tidak mau pihaknya akan membeli air dengan menggunakan mobil tanki. Menurutnya, yang bertanggungjawab untuk ketersediaan air pada musim kemarau ini yaitu Distarkimtan. Akan tetapi, pihaknya tetap akan berkoordinasi agar musim kemarau nanti bisa teratasi untuk masalah air.

Perlu diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geosika (BMKG) memprakirakan wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Tangerang mulai memasuki musim kemarau. “Awal musim kemarau di Jawa Barat bervariasi, saat ini masih masa pancaroba,” kata kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya, Minggu (12/5) lalu.

BMKG memprakirakan pada dasarian (sepuluh harian) II – III Maret 2019 awal musim kemarau meliputi sebagian wilayah Karawang dan Bekasi serta Subang. Sementara pada dasarian I – III April 2019 meliputi sebagian wilayah Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Kuningan, Ciamis, Majalengka.

Prakiraan awal musim kemarau di daerah tersebut berlanjut ke dasarian I-III Mei 2019. Pada dasarian I-III Juni meliputi Depok, sebagian Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Subang, Purwakarta, Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.

Awal musim kemarau di Jakarta tercatat BMKG mundur satu dasarian dari rata-rata. Pada Maret III dan April II meliputi Jakarta Utara, Timur dan Barat, dan sebagian Bekasi serta Karawang. Adapun pada Jun I – Jun III, awal musim kemarau meliputi Jakarta Timur, Selatan, Kota dan kabupaten Tangerang bagian selatan, sebagian Serang, Lebak, Depok, dan Bogor.

BMKG menetapkan awal musim kemarau berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal, sama, atau lebih lambat dari normalnya yang dihitung rata-rata sejak 1981-2010.

(kim)