Pelaku Tabrak Lari Tiga Remaja di Cianjur Kena Pasal Berlapis

PEDULI: Kapolres Cianjur AKBP Soliyah mengunjungi korban luka tabrak lari Honda Jazz maut yang masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Cidaun.

RADARCIANJUR.com– Polisi memastikan, AR (25), pengemudi mobil Honda Jazz Nopol D 1722 GX pelaku tabrak lari yang mengakibarkan tiga remaja meninggal dunia di Cidaun dikenakan pasal berlapis.

Pemuda asal Kecamatan Cidaun tersebut mengemudi dengan ugal-ugalan pada Sabtu (11/5) lalu dan diketahui dalam keadaan mabuk usai mengisap sabu dan meminum minuman keras.

Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah menyatakan, pelaku saat ini sudah diamankan oleh pihaknya dan sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Untuk pelaku atau pengemudi Hondak Jazz kemarin kita sangkakan pasal berlapis,” tutur Soliyah melalui sambungan telepon selular, kemarin.

Soliyah menjelaskan, setidaknya ada tiga pasal yang dikenakan kepada AR, yakni Pasal 311, Pasal 310 dan Pasal 312.

Untuk pasal primer, yakni Pasal 311 ayat (4) dengan ancaman hukuman 10 tahun.

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan mengakibatkan orang lain meninggal dunia,” jelasnya.

Sedangkan subsider dikenakan Pasal 310 ayat (4) dengan ancaman hukuman enam tahun penjara yang berbunyi “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas korban meninggal dunia dipenjara maksimal enam tahun,”.

Untuk tabrak lari, lanjut Soliyah, dikenakan Pasal 312 dengan ancaman hukuman maksimal tiga tahun.

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan sengaja tidak memberhentikan kendaraannya/tidak menolong korban diancam hukuman penjara maksimal tiga tahun,” jelasnya.

Soliyah melanjutkan, terkait kepastian pelaku yang mengggunakan narkoba jenis sabu, sampai kini pihaknya masih melakukan penelusuran dan terus mendalami kasus tersebut.

Soliyah juga mengakui bahwa berdasarkan hasil tes urine pelaku, didapati positif mengandung amphetamin dan metamin. Akan tetapi, pihaknya tidak mendapatkan barang bukti sabu dimaksud.

“Makanya dari satuan narkoba masih terus melakukan penyelidikan, Satnarkoba juga masih melakukan lidik lebih lanjut terkait dengan penyalahgunaan pegunaan narkobanya. Intinya semua masih terus dikembangkan,” pungkasnya.

(Jay)