Bursa Calon Bupati Cianjur Masih Sepi

Menuju Pendopo

RADARCIANJUR.com – Pelaksanaan Pemilu 2019 sudah usai meski masih menyisakan polemik. Selanjutnya warga Cianjur akan dihadapkan pada pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) yang tahapanya bakal dimulai pada akhir tahun 2019 ini.

Meski tahapan Pemilukada akan dimulai pada tahun ini, tetapi anehnya belum ada satupun yang berani mendeklarasikan diri maju sebagai calon orang nomor satu di kabupaten penghasil padi pandanwangi ini. Padahal jika menilik pada sosialisasi jauh-jauh hari akan lebih efektif ketimbang mendadak.

Hal itu pula yang disayangkan sejumlah pengamat politik di Kabupaten Cianjur. “Calon yang siap maka harusnya sudah jauh-jauh hari melakukan sosialisasi dan pendekatan pada masyarakat. Pesta demokrasi tingkat kabupaten lebih seru daripada pemilu,” kata Pengamat Politik Ujang Yusuf kepada Radar Cianjur.

Menurutnya, pasca operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar beberapa waktu lalu menjadikan Kabupaten Cianjur salah satu kabupaten yang dikenal korup. Sehingga dalam memilih calon pemimpin daerah harus benar-benar terbebas dari lilitan korupsi.

“Kini tinggal dikembalikan kepada masyarakat Kabupaten Cianjur, kalau daerah ini ingin maju ya harus memilih yang benar-benar bersih dan mau bekerja untuk rakyat, tidak hanya memperkaya diri sendiri dan kroninya,” ungkap Ujang.

Fokus pada Pemilu 2019 menjadikan sejumlah politisi yang sebelumnya berminat menjadi kepala daerah memilih untuk menjadi calon legislatif terlebih dahulu, sehingga amunisi untuk sosialisasi terkikis habis. “Tapi bagi politisi yang tidak terpilih pada Pemilu lalu jadi batu loncatan untuk mencari peruntungan menjadi calon bupati, karena sudah memiliki modal yang cukup yakni pemilih di wilayahnya mencalonkan,” terangnya.

Meski masih sepi kemunculan cabup dan cawabup, tetapi sebelumnya sempat mencuat sejumlah politisi dan tokoh lokal maupun nasional. Bahkan tak tanggung-tanggung para politisi yang pada pemilu lalu gagal ke Senayan ditenggarai bakal ikut juga meramaikan nama-nama calon bupati Cianjur ini.

Adapun nama-nama itu diantaranya, H Deding Ishak yang dikenal anggota DPR RI dua periode dari Partai Golkar ini dikabarkan bakal turun gunung menjadi calon bupati. Selanjutnya ada nama Wawan Setiawan yang sebelumnya anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan terakhir sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan III Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor dari Partai Demokrat juga dikabarkan akan mencalonkan diri.

Selanjutnya, ada nama Hedi Permadi Boy, yang juga sebelumnya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan gagal ke Senayan saat pencalonan Pemilu lalu juga dikabarkan ngebet mencalonkan diri sebagai calon bupati. Bahkan dikabarkan juga Ecky Awal Mucharam yang kini terpilih sebagai calon legislatif dari PKS untuk dapil III juga digadang-gadang oleh partainya untuk juga mencalonkan diri sebagai calon bupati. Sejumlah nama politisi dari PKB Lefi Firmansyah, dari PBB Moh Toha, politisi PDI Perjuangan Susilawati, politisi Partai Nasdem Dr dr Yeni Nuraeni Muchtar, mantan birokrat dan calon bupati sebelumnya dr Suranto juga bakal meramaikan calon bupati untuk periode 2021-2026.

Nama tokoh lainya muncul calon DPD Jawa Barat pada Pemilu lalu seperti Abah Ruskawan dan Aldwin Rahadian, tokoh masyarakat Muhamad Reza, tokoh Cipanas dr Cecep, dan sejumlah nama dikabarkan akan mencoba peruntungan pada Pilkada 2020 nanti.

(nag)