Delapan TKW Ilegal Asal Cianjur Dipulangkan

ILEGAL: Delapan tenaga kerja wanita (TKW) asal Cianjur dipulangkan setelah terjaring dalam operasi dan sidak Kementerian Ketenagakerjaan RI saat mejalani medical check up di PT Anugrah di Jakarta. Mereka hendak berangkat bekerja ke luar negeri dengan tujuan Timur Tengah. Dipastikan, mereka berangkat dari jalur non resmi alias ilegal.

RADARCIANJUR.com – Delapan Tenaga Kerja Wanita (TKW) ilegal warga Kabupaten Cianjur dipulangkan oleh Kementerian Dinas Tenaga Kerja (Kemenaker) Republik ndonesia (RI) melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cianjur.

Kedelapan TKW tersebut sebelumnya diketahui diberangkatkan melalui PT Anugrah, di Jakarta. Mereka diamankan saat menjalani medical cek up.

Kepala Seksi (Kasi) Bidang Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cianjur, Rizkie Amrullah mengatakan, diketahuinya delapan TKW ilegal asal Cianjur itu setelah mereka terciduk di salah satu perusahaan penyalur tenaga kerja luar negeri.

Saat itu, Kementerian Tenaga Kerja RI melakukan sidak dan pemeriksaan administrasi para calon TKW yang akan diberangkatkan PT Anugrah.

Kepastian bahwa para calon TKW itu berangkat dari jalur ilegal lantaran sampai saat ini, moratorium pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah masih belum dicabut.

“Memang belum Dicabut moratorium-nya untuk pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah, seperti salah satunya ke Arab Saudi,” jelasnya.

Sampai saat ini, lanjut Rizkie, ada 19 negara di Timur Tengah yang masih belum mencabut moratorium pengiriman tenaga kerja. Khususnya di sektor informal.

Rizkie menyambungkan, sistem kerja TKW ilegal di Arab Saudi diketahui berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Yang cukup membuat repot adalah, setiap kali berpindah, tidak ada laporan sama sekali.

Alhasil, pendataan dan pengawasan serta pemantauan pun sulit untuk dilakukan. “Karena ilegal itu jadinya sulit untuk dideteksi. Mereka kan kerjanya pindah-pindah, enggak ada laporan juga,” bebernya.

Yang cukup membuat ribet adalah jika kemudian ada TKW ilegal tersebut yang tersandung masalah hukum, atau bermasalah dengan majikan tempatnya bekerja. Otomatis, perlindungan dan pendampingan pun sulit untuk dilakukan.

“Ya menghimbau kepada masyarakat, kalau hendak kerja ke luar negeri harus menempuh prosedural jelas dan tepat (legal). Jangan sampai terulang kembali. Karena kasihan juga pada dari mereka sendiri. Masih untung dipulangkan, coba hal lain yang terjadi,” jelasnya.

Sementara, Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi Hikmat menambahkan, berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal, tidak lain hanya akan merugikan tenaga kerja itu sendiri.

Karena itu, pihaknya berharap agar jangan lagi ada warga Cianjur yang memaksakan diri berangkat menjadi TKW melalui jaur tak resmi.

“Sebaiknya hubungi pemerintah atau dinas terkait kalau ingin kerja aman dan tidak tertangkap operasi di sana. Karena membahayakan dari sendiri dan keluarga,” ingatnya.
(mat)