Mau Mudik? Cek di Sini Jalur di Cianjur Yang Rawan Kecelakaan Hingga Longsor

Grafis: Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sudah mau bersiap mudik. Ada baiknya Anda memperhatikan sejumlah jalur mudik yang sudah dipetakan Polres Cianjur.

Kemarin, Polres Cianjur memetakan setidaknya ada empat titik rawan kemacetan di sepanjang jalur mudik yang akan dilintasi para pemudik pada Lebaran Idul Fitri 2019 ini. Untuk itu, kepolisian pun sudah menyiapkan sejumlah upaya antisipasi.

Hal itu terungkap usai dilakukan pengecekan jalur mudik 2019 di sejumlah lokasi oleh Polres Cianjur bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Dinas PUPR, dan PTKAI.
Kapolres Cianjur AKBP Soliyah mengatakan, di kabupaten Cianjur ada beberapa jalur yang masuk katogori rawan kecelakaan. Diantaranya, untuk jalur Cianjur-Bandung, ada di kawasan Ciranjang dan Sukaluyu. Sedangkan di jalur Cianjur-Sukabumi, jalur Gekbrong dan Jalur Cianjur-Jakarta di Cipanas, Pacet juga dinilai memiliki kerawanan.

Sementara, itu jalur yang rawan kemaceten terjadi di Ciranjang karena disitu tidak ada jalur alternatif dan jalur puncak yang selama ini menjadi destinasi wisata sekaligus jalur arus mudik dan arus balik.

“Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan kita akan menggunakan beberapa SOP, seperti buka tutup jalur atau kontra flow. Ini dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi,” ujar Soliyah.

Selain rawan kemacetan dan kecelakaan, pihaknya juga mengiventarisir jalur-jalur yang rawan bencana longsor. Yakni di jalur Puncak, dan di daerah Cianjur selatan. Namun untuk di daerah selatan, sepertinya tidak banyak dilalui oleh para pemudik.

“Meski jalur Selatan bukan merupakan jalur mudik, kita tetap menempatkan alat-alat berat dan kita sudah koordinasi dengan BPBD Kabupaten Cianjur dan nanti akan dilaksanakan rapat lintas sektoral,” jelasnya.

Soliyah menambahkan, untuk rapat sektoral yang rencananya akan digelar nantinya akan melibatkan semua instansi. Karena itu, semua pihak diharapkan dapat memberi paparan kesiapan masing-masing dalam mendukung upaya pelayanan terhadap masyarakat dalam rangka pengamanan lebaran.

“Diperkirakan kendaraan pemudik mulai ramai pada satu minggu menjelang lebaran atau H-7. Tetapi kita akan upayakan melakukan rekayasa lalulintas dan diupayakan untuk memaksimalkan anggota kami yang akan dibantu oleh Kodim 0608 Cianjur, Dishub, Satpol PP dan instansi lainya dalam rangka penguraian kemacetan,” bebernya.

Selain itu, lanjut Soliyah, pihaknya akan membentuk satu tim khusu yang bertugas untuk mengurai kemacetan manakala terjadi kepadatang yang cukup luar biasa.

“Untuk pengemdara yang mudik melakukan jalur Cianjur, khususnya menggunakan jalur dari Padalarangsampai Puncak, saya harapkan agar tetap mengikuti atuaran yang ada. Apabila diarahkan oleh anggota kami, ikuti yang mengarahkan dan gunakan sabuk pengaman untuk yang menggunakan kendaraan roda empat serta gunakan helm untuk pemgendara yang menggunakan kendaraan roda dua,” imbaunya.

Sementara, kondisi jalan pun tak luput dari perhatian. Pasalnya, kondisi jalan yang rusak, sudah tentu akan mempengaruhi perjalanan mudik para pemudik. Selain itu, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Karena itu, pihaknya menekankan agar masing-masing pihak yang terlibat dalam pengamanan lebaran ini bisa bekerja maksimal sesuai dengan tugas dan kewajibannya masing-masing.

Soliyah menekankan, pemasangan rambu lalu linta dimaksudkan agar para pengendara atau pemudik tidak tersesat atau salah jalan.

Selain menyiagakan petugas gabungan dari berbagai unsur, pihaknya nantinya juga menyediakan sejumlah pos pengamanan di sejumlah titik. Pos-pos tersebut, selain menjadi titik komando pengamanan, juga bisa digunakan para pemudik untuk mendapat informasi atau tempat beristirahat.

“Kita rencana mendirikan 12 pospam dan satu pos terpadu di bundaran Lampu Gentur. Kemudian ada enam pos pam untuk melayani para wisatawan yang ingin berwisata di wilayah Cianjur,” tutupnya.

(dil/tim)