Ngabuburit di Alun-alun Cianjur, Bermain, Selfi dan ‘Sharing’ Tetang Agama Islam

Alun-alun Cianjur. Foto : Umar Saripudin/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Bulan suci Ramadan selalu identik dengan tradisi ngabuburit atau yang sering dikenal dengan jalan-jalan sore sambil menunggu berbuka puasa. Beragam tempat ngabuburit pun tersedia. Salah satu tempat ngabuburit yang ramai di kunjungi yaitu Taman Alun-alun Cianjur.

Taman Alun-alun lokasinya yang cukup strategis dan berada di pusat Kota. Taman ini juga bisa dijadikan tempat bermain, dan tempat berekspresi bagi sejumlah masyarakat, sambil sharing tentang agama, hingga waktu berbuka.

“Kami sengaja dengan rekan yang lain main ke Alun-alun Cianjur. Sambil ngabuburit, sambil sharing atau ngobrol-ngobrol tentang agama,” kata Yana salah seorang pengunjung dari Cugenang.

Menurutnya, bukan hanya soal menunggu berbuka dengan jalan-jalan atau hanya selfi-selfi saja, tetapi alangkah baiknya jika waktu saat puasa ini dilakukan dengan semacam kuliah tujuh menit (Kultum).

Bahkan, sudah banyak diketahui juga, ketika seorang muslim melakukan hal positif, dan niat karena Allah SWT, maka pada bulan Ramadan ini, maka akan mendapat pahala yang berlipat ganda.

“Mungkin sudah pada tahu juga, dari pada kita gibah, atau hanya sekedar foto-foto di alun-alun, mendingan diisi juga dengan diskusi tentang Islam,” jelasnya.

Senada dikatakan Dede (35), warga Cugenang, dirinya menilai ngabuburit ini memang suatu budaya yang ada di Indonesia. Khususnya saat bulan Ramadan seperti ini. Bahkan dengan tradisi ini lah, sejumlah pengusaha ketiban rejeki. Bagaimana tidak, warga yang tengah ngabuburit juga bisa sambil belanja dan membeli sesuatu untuk menjelang magrib nanti.

“Saya dan rekan sih memang sering ngabuburit, tetapi sambil mendengarkan ceramah misalnya di masjid Agung Cianjur ini, karena kan deketan juga dengan alun-alun,” ujarnya.

Tidak banyak yang diceritakan atau didiskusikan saat menjelang waktu berbuka nanti. Menurut Dede yang sekaligus ketua Ikatan Remaja Masjid (Irmas) ini mengatakan, kebanyakan dari rekan-rekan itu lebih membahas tentang bagaimana cara yang baik dari remaja saat ini menghindari sesuatu yang tak maslahat.

“Iya paling diskusi tentang remaja, antara hak dan bathil. Antara yang dilarang ataupun tidak, semuanya kami sharing kan dengan teman-teman. Jadi ngabuburitnya juga dapat, ilmunya dapet, dan InsyaAllah pahala puasa kita juga tidak sia-sia,” tambahnya.

(dan)