Sudah Kantongi Surat Plt Bupati, Pasien Miskin di RSUD Cianjur Tetap Kena Biaya

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur

RADARCIANJUR.com – Dua pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur asal Desa Sinarlaut, Kecamatan Agrabinta mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Cianjur.

Pasalnya, dua pasien yang termasuk dalam masyarakat pra sejahtera itu harus dibebankan biaya rumah sakit yang tidak sedikit.

Di sisi lain, dua pasien tersebut sudah mendapatkan surat rekomendasi dari Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, namun tetap saja diharuskan membayar biaya perawatan.

Surat rekomendasi tersebut diupayakan oleh Ketua LSM Ampuh, Ustad Yana hingga akhirnya pasien bisa dilakukan perawatan.

Namun, pada saat dua pasien tersebut akan pulang, pihak keluarga dimintai jaminan oleh RSUD Cianjur, hingga akhirnya terjadi cekcok antara Yana dan kasir rumah sakit.

Akhirnya, agar pasien dapat pulang, setelah menyerahkan STNK beserta e-KTP agar proses lebih mudah. Akan tetapi pasien tetap dipintai biaya.

“Surat dari pak Bupati sudah diberikan kepada Dirut RSUD Cianjur, tapi tetap saja harus dibebankan biaya yang diberikan keringan sebesar 25 persen, bertahap hingga akhirnya 75 persen. Ini ada apa sebenarnya? Apa bupati tidak dilihat sama sekali atau ada permainan disini?” ujarnya.

Lanjutnya, ia pun menghubungi Camat Agrabinta dan Desa Sinarlaut untuk membantu melengkapi dokumen pasien sebagai bukti memang harus mendapatkan bantuan.

Setelah semua berkas selesai, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, pun meminta pihak rumah sakit untuk menyelesaikan sesuai dengan surat rekomendasi dalam hal ini pembebasan biaya.

“Kita buka tidak ada upaya untuk menemui ibu Direktur (RSUD Cianjur dr. Ratu Tri Yulia Herawati), tapi kita sudah mencoba beberapa kali tapi tidak bisa untuk bertemu dan bahkan saya perlihatkan perintah dari bupati secara langsung tidak direspon sehingga terlihat tidak berharga sama sekali,” kecamnya.

Hal serupa bukan pertama kali bagi Yana yang sudah cukup sering mendapat keluhan dari pasien RSUD Cianjur yang notabene adalah warga tak mampu.

Yana juga mengaku heran, setiap kali terjadi masalah yang sama, pihak RSUD Cianjur seperti menunggu untuk didatangi dan baru bisa diselesaikan setelah terjadi perdebatan dan protes.

Karena itu, pihaknya menuntut agar RSUD Cianjur secepatnya memperbaiki pelayanan dan kinerjanya terkait pasien miskin. Jika tidak segera ditindaklanjuti, pihaknya mengancam akan menggelar aksi demo dengan jumlah massa besar.

“Jika ucapan saya masih tidak didengar, saya akan menggelar aksi yang lebih besar. Perlu dicatat, saya di sini sama sekali tidak mendapatkan uang sepeser pun. Ini murni membantu warga miskin mendapatkan akses kesehatan,” tutupnya.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) RSUD Kabupaten Cianjur, melalui salah satu staf Humas RSUD Cianjur, Raya Sandi mengatakan, belum mengetahui persis permasalah dua pasien dimaksud. Namun, ia menduga kasus tersebut hanyalah miskomunikasi saja.

“Belum ada tembusan dari bu Dirut, Kang,” tuturnya via sambungan telepon.

Untuk lebih jelasnya, pihaknya mempersilahkan untuk datang ke RSUD Cianjur, Jumat (17/5) besok agar bisa mendapatkan penjelasan langsung dan kejelasannya.

“Ya saya takut salah kalau memberikan jawaban secara detail. Untuk jelasnya besok saja ya. Soalnya pimpinan semua sedang pada rapat penting gak bisa diganggu saat ini,” singkatnya.

(kim/mat)