Warga Majalengka Tewas Misterius di Pesisir Pantai Sereg Cianjur

Warga di pesisir Pantai Sereg, Kecamatan Sindangbarang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki

RADARCIANJUR.com – Warga di pesisir Pantai Sereg, Kecamatan Sindangbarang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang ditemukan dalam kondisi tertelunkup, Kamis (16/5) pagi kemarin sekitar pukul 06.00 WIB.

Mayat tersebut ditemukan memakai baju koko berwarna coklat krem, celana kain hitam, peci warna putih, dan tasbih warna hitam pada leher dan pergelangan tanggan kanan.

Sodikin (66), salah seorang warga setempat mengaku tak mengenali identitas mayat tersebut. Karena itu, ia meyakini, bahwa korban bukan warga sekitar.

Akan tetapi, ia mengaku mengenali korban lantaran sehari sebelumnya, korban sempat menitipkan motor Honda Supra Fit nopol F 4928 WP ke kepada dirinya..

“Saya tidak kenal, tapi korban menitipkan motornya di warung saya. Setelah menitip motor, korban langsung ke pantai sendiri. Setelah itu saya tidak tahu apa yang di lakukan korban,” jelasnya.

Sodikin terkejut setelah ramai kabar penemuan mayat di pantai ternyata adalah laki-laki yang sempat bertemu dengan dirinya itu.

“Setelah saya lihat ternyata korban yang menitipkan motor di warung saya. Lalu tetangga saya langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Sindangbarang,” jelasnya.

Korban yang berjenis kelamin laki-laki itu memiliki ciri tinggi badan sekitar 160 sentimeter, berat 60 kilogram, kulit sawo matang dan rambut pendek.

“Tangan kanan memegang botol air mineral berisi kopi hitam dan tangan kiri memegang kresek hitam berisi nasi. Di saku baju sebelah kiri ada senter kecil,” terangnya.

Kapolsek Sindang barang AKP Nandang menyatakan, awalnya, korban tidak diketahui identitasnya. Tapi setelah pihaknya melakukan penyelidikan, diketahui bahwa korban atas nama Aep Febriansyah bin Iyod (50).

“Alamat Desa Banyusari, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat,” terang Nandang.

Korban yang berprofesi sebagai sales keliling produk plastik itu sudah beberapa bulan ngekos di Kampung Lembur Sawah, Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang.

“Identitas kami dapat dari SIM korban,” lanjut Nandang.

Nandang menambahkan, dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Kecamatan Sindangbarang, ditemukan luka lecet di bagian badan kanan dan kiri korban. Selain itu juga ada luka lecet di bagian kemaluan serta di dahi.

“Bekas benturan atau benda tumpul atau gesekan. Tidak ditemukan benda tajam. Sudah kami laporkan ke Polres Cianjur,” sambungnya.

Terkait kondisi korban yang terdapat sejumlah luka, pihaknya tak bisa memastikan apakah itu akibat pukulan atau lainnya karena dibutuhkan otopsi untuk mengetahui penyebab pastinya.

Akan tetapi, setelah berkoordinasi, pihak keluarga keberatan dilakukan otopsi dan menghendaki agar korban segera dipulangkan untuk dikebumikan.

“Keputusan keluarga tidak otopsi dan diterima sebagai musibah. Keluarga juga meminta korban secepatnya dibawah ke Tasikmalaya,” terang Nandang.

Sebagai penegasan, pihak keluarga juga sudah membuat surat pernyataan keberatan dan menolak dilakukan otopsi dan tidak akan melanjutkan kasus ini.

“Intinya keluarga korban menganggap bahwa kejadian ini adalah musibah, sudah takdir. Dan ini sudah kami tembuskan ke Kaplores Cianjur,” pungkasnya.

(Jay)