Belasan Warga Kertasari Keracunan

Kampung Nyalindung RT02/02, Desa Kertasari, Kecamatan Sindangbarang, geger. Belasan warga keracunan massal.

RADARCIANJUR.com – Kampung Nyalindung RT02/02, Desa Kertasari, Kecamatan Sindangbarang, geger. Belasan warga keracunan massal. Warga yang mengalami gejala keracunan itu diduga setelah melahap nasi kuning acara selamatan 100 hari meninggalnya salah seorang warga.

Persitiwa pada Kamis (16/5) itu menelan korban sebanyak 13 orang warga. Kejadian itu bermula sekitar pukul 19:00 WIB. Satu per satu warga mengalami gejala keracunan seperti mual, pusing, dan disertai muntah.

Dugaan keracunan massal terjadi selang sekitar satu jam setelah mereka menyantap makanan tersebut. Para korban yang diduga mengalami keracunan dievakuasi ke puskesmas terdekat

Petugas medis Puskesmas Sindangbarang Dr Hendro mengatakan, gejala yang mendominasi pasien korban keracunan tersebut, lebih ke muntah dan mencret, meski demikian tidak ada warga yang kritis dan masih dapat diobservasi di Puskesmas Sindangbarang.

“Kebanyakan anak-anak, namun dewasa dan orang tua juga ada yang menjadi korban,”katanya.

Kapolsek Sindangbarang AKP Nandang mengatakan, sejumlah warga yang mengalami keracunan diduga akibat dari nasi kuning yang mereka santap setelah menggelar acara 100 hari meninggalnya salahsatu warga Kampung Nyalindung Rt 02/02 Desa Kertasari. Acara tersebut dilaksanakan sekitar pukul 17. 00 Wib dan warga menyantap nasi kuning saat buka puasa.

“Sekitar pukul 20.00 Wib ada informasi bahwa banyak warga yang merasakan mual dan muntah,”katanya (17/5).

Ia mengatakan akibat dari kejadian itu sebanyak 13 orang dibawa ke Puskesmas Sindangbarang untuk mendapat perawatan.

“Kalau sekarang sudah pada pulang ke rumahnya masing-masing, namun masih ada satu orang lagi yang masih memerlukan perawatan di Puskesmas Sindangbarang,”katanya

Lanjut Nandang, guna menyelidiki dugaan keracunan makanan tersebut, pihak kepolisian telah mengamankan nasi kuning untuk dijadikan sample dan di perikasa di laboraturium Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.

“Ini baru dugaan keracunan dari nasi kuning untuk mendapat kepastian itu kita tetap harus menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium,”pungkasnya.

(dil)