Jelang Buka Puasa, Tiga Kelas SDN Sukamulya Hangus

Tiga Kelas SDN Sukamulya Hangus

RADARCIANJUR.com – Tiga ruang kelas SDN Sukamulya, di Desa Gelaranyar, Kecamatan Pagelaran, Cianjur selatan hangus terbakar, Kamis (16/5) kemarin. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dari informasi yang didapat Radar Cianjur, kebakaran tersebut terjadi pada sore hari menjelang buka puasa, sekitar pukul 17.30 WIB. Warga sendiri mengetahui kebakaran tersebut setelah mengetahui kepulan asap yang membumbung dari atas genting bangunan tersebut.

Dengan cepat, warga pun langsung berusaha menyemalatkan barang-barang yang ada sebelum api membesar. Selain itu, puluhan warga lainnya berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.

Meski bisa menyelamatkan sejumlah data-data penting sekolah, namun akibat kebakaran tersebut, kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kebakaran itu sendiri dibenarkan Kordik Kecamatan Pagelaran, Beben (58) yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon selularnya. Pihaknya menduga, kebakaran tersebut disebabkan arus pendek atau korsleting.

“Kebakarannya tiba-tiba. Awal api ada di atas bagunan dan langsung membakar satu ruang kelas,” jelasnya.

Kendati api bermula dari salah satu ruangan kelas, namun si jago merah itu merembet dengan cukup cepat ke dua ruangan kelas di sebelahnya. Yakni ruangan yang dipakai siswa klas 6, klas 4 dan klas 2.

“Beruntung kebakaran bukan saat jam belajar, tapi saat sore mau buka. Jadi tidak ada siswa, kelasnya kosong,” tuturnya.

Di sisi lain, sejumlah data dan barang-barang berharga milik sekolah sudah lebih dulu terselamatkan oleh penjaga sekolah dibantu puluhan warga lainnya. Seperti sejumlah barang-barang elektronik dan surat-surat penting serta data-data sekolah.

“Juga beberapa meja dan kursi yang langsung dikeluarkan saat asap terlihat mengepul dari atas genting. Kalau kerugian kira-kira ratusan juta,” ujarnya.

Beben berharap, pemerintah baik daerah maupun pusat segera bertindak cepat membantu SDN Sukamulya. Pasalnya, ruangan tersebut juga sangat diperlukan untuk proses belajar-mengajar.

Untuk sementara, pihak sekolah memakai ruangan lain sebagai kelas secara bergantian. Sebab, dengan jumlah ruangan yang berkurang, dengan total 126 siswa, tidak akan mencukupi.

“Jadi ruangannya gantian. Semoga cepat ada bantuan agar siswa bisa kembali belajar seperti semula,” harapnya.

(jay)