‘Perang Sarung’ Bikin Resah, Ini Kata Kapolres Cianjur

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Perang sarung awalnya hanya candaan iseng sejumlah anak-anak sehabis pulang melaksanakan sholat Tarawih dan menjadi salah satu permainan anak-anak. Sayangnya, kian hari, candaan tersebut berubah menjadi ajang tawuran.

Apalagi, sarung tersebut dibentuk sedemikian rupa dengan diisi batu dengan tujuan untuk melukai orang lain.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah mengatakan, fenomena ini terjadi karena banyaknya media yang tidak mendidik bagi anak-anak. Sehigga, sejumlah anak, khususnya remaja yang sedang mencari jati diri, meniru hal yang sebenarnya sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.

BACA JUGA: Perang Sarung Telan Korban

“Jelas sangat meresahkan dan bikin khawatir orangtua dan menggangu ketertiban dan kenyamanan lingkungan sekitar,” tutur Soliyah, Jumat (17/5/2019).

Ironisnya, ajang ‘perang sarung’ ini seperti menjadi ajang tawuran terselubung yang dilakukan di bulan Ramadan. Padahal sejatinya, sarung adalah salah satu alat untuk menjalankan ibadah.

“Kami dari pihak kepolisian akan menindak tegas siapapun yang melakukan tawuran, apalagi sampai menyebab orang lain terluka. Kami tidak akan pilih kasih,” tegasnya.

Pihaknya mengimbau, kepada para orangtua (masyarakat) agar ikut aktif selalu mengawasi dan harus lebih intens untuk memberikan pendampingan, nasihat, mendidik dan memberikan pembelajaran poitif kepada anak-anaknya.

Ada baiknya, anak-anak dan remaja tersebut diarahkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan postif, terlebih di bulan Ramadan ini. “Mari kita sama-sam mengarahkan anak-anak dan remaja ini menghindari perilaku yang menyimpang dan melanggar hukum, apapun itu bentuknya,” ajaknya,

Soliyah menambahkan, hal lain yang juga harus mendapat pengawasan lebih dari para orangtua adalah penggunaan telepon selular yang saat ini sudah tak bisa lepas dari sambungan internat.

Seyogyanya, para orangtua bisa mawas diri agar anak-anak dan remaja tidak mengakses konten-konten negatif yang dapat mempengaruhi tumbuhkembangnya.

“Jadi waspada dan hati-hatilah, karena di HP banyak konten-konten yang tidak seharusnya dilihat dan dipertontonkan atau dibaca oleh anak-anak dan remaja,” pungkasnya.

(mat)