Jelang Lebaran 2019, Kiriman Uang TKI Anjlok

RADARCIANJUR.com – Jasa pengiriman melalui Wesel Pos di Kantor Pos Indonesia Kabupaten Cianjur mengalami penurunan. Perbandingannya terlihat dari data April 2018 saja bisa mencapai 26.600 transaksi, namun pada April 2019 ini menjadi 19.000, atau turun sebesar 7.600 transaksi.

Manager Pelayanan Kantor Pos Cianjur, Agus Darmawan membenarkan, dari data yang ada di Kantor Pos Cianjur bahwa memang jumlah transaksi untuk pengiriman uang menggunakan Wesel Pos mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena faktor persaingan dengan penggunaan wesel melalui perbankan lain cukup diminati sebagian masyarakat.

“Selain itu juga karena pihak Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) sekarang ini telah ditutup. Makanya untuk transaksi Wesel Pos ini cukup berdampak,” kata Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (17/5) kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, dari jumlah transaksi di April 2019 ini, rata-rata pelanggan yang melakukan transaksi itu senilai Rp4 juta, bahkan lebih. “Jadi kalau terhitung di April 2019 itu mencapai Rp78 juta,” jelasnya.

Agus mengatakan, untuk melakukan pengiriman uang melalui PT Pos Indonesia Cianjur ini ada empat jenis yang di pakai yaitu pengiriman melalui Wesel Pos Instan, Wesel Pos Cash to Account, Wesel Pos Prima, dan Wesel Wastern Union atau pengirim uang dari luar negeri.

Dari keempat jenis produk pengiriman uang, lanjut Agus, yang paling dominan para pengguna jasa mengunakan yaitu Wesel Pos Instan dan Wesel Pos Cash to Account.

“Dikarenakan untuk penggunaan pengiriman jasa itu lebih mudah, cepat, jangkauan luas, terlacak, dan aman,” terangnya.

Disampaikannya juga, untuk melakukan pengiriman uang melalui Wesel Pos dijamin aman dan memudahkan pengirim serta penerima yang tidak mememiliki rekening bank.

“Apabila uang yang sudah ditransfer oleh pengirim, maka penerima hanya menunjukkan PIN dan Nomor Transaksi Pusat (NTP) sesuai data yang terkirim oleh pengirim,” terangnya.

Dalam pengiriman uang menggunakan Wesel Western Union, tercatat ada beberapa negara seperti Saudi Arabia, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia.

“Kalau dari negara Timur Tengah itu hingga 70 persenan. Nilai uangnya paling di angka tiga hingga empat jutaan. Atau rata-ratanya di atas Rp1 juta. Kalau di atas Rp10 juta itu jarang,” ungkapnya.

Ia mengatakan, jika dilihat dari keuntungan untuk pihak Kantor Pos sendiri, selama ini cukup membantu. Pasalnya bukan hanya pengiriman barang saja yang diminati oleh masyarakat, apalagi khusus di Cianjur, yang paling dominannya adalah pengambilan uang.

“Rata-rata konsumen yang paling besar itu justru dari pengambilan uang. Kalau untuk pengiriman dari Indonesia ke luar negeri justru paling sedikit,” ujarnya.

Ditambahkan Agus, terkait menurunnya jumlah transaksi melalui Wesel Pos, PT Pos Indonesia terus berupaya untuk menggenjot peningkatan transaksi pelanggan, salah satunya dengan cara menggelar promo khusus Ramadan. Antara Pos Indonesia dengan Western Union (WU).

“Khusus untuk transaksi WU di Kantor Pos dari periode 1 Mei hingga 31 Juli 2019 ini, konsumen berhak memenangkan 15 paket Umrah, 20 TV LED, dan 20 lemari es dua pintu,” paparnya.

“Maka dari itu kami lebih optimistis dalam melakukan peningkatan di tahun 2019 ini, karena adanya promo semacam itu. Dan berharapan pelayanan yang kami berikan bisa lebih maksimal. Artinya pelanggan yang datang bisa merasa puas,” pungkasnya.

(dan)