Waspada! Jalur Mudik di Cianjur Minim PJU

PARKIR: Akibat minimnya penerangan, satu unit kendaraan roda empat terperosok ke kebun warga di Jalan Lingkar Timur. FOTO: Heri/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur menyebutkan sejumlah ruas jalur utama dan alternatif untuk mudik masih minim Penerangan Jalan Umum (PJU). Hal itu menjadikan jalur-jalur tersebut rawan kecelakaan, terlebih saat malam hari.

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalulintas Dishub Kabupaten Cianjur, Muhammad Iqbal Safaruddin, mengatakan, jalur utama yang masih minim PJU ialah Jalur Lingkar Timur atau Jalan Veteran. Sejumlah titik terutama di tikungan minim penerangan yang membuat pengendara harus berhati-hati.

“Dengan penerangan yang sekarang, tentu berpotensi kecelakaan kalau malam hari, terutama saat tikungan,” ujarnya.

Akan tetapi, jalan tersebut bukan merupakan kewenangan daerah, melainkan langsung oleh pemerintah pusat. Sejak 2018, Pemkab Cianjur sudah mengusulkan agar ada penambahan PJU hingga rambu-rambu, terlebih untuk menghadapi musim mudik lebaran.

Apalagi Kabupaten Cianjur berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan dengan bakal diberlakukannya oneway tol saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

“Dipastikan tahun ini akan ada penambahan PJU. Tapi kapan dan berapa jumlah PJU-nya kami belum tahu. Soalnya itu kebijakan pusat langsung. Daerah hanya turut mengawasi dan mengusulkan,” paparnya.

Lanjutnya, pemkab juga akan menambah PJU khusus untuk ruas jalan kabupaten yang bakal menjadi jalur alternatif pemudik, jika jalur utama mengalami kemacetan.

“Yang akan jadi jalur alternatif kan Jalan Sukaluyu menuju Kelurahan Sayang (perkotaan, red). Memang di situ juga masih minim PJU dan rambu, tapi karena itu menjadi kewenangan daerah maka bisa dipercepat dan akan segera ditambah PJU,” tuturnya.

Sementara itu, akibat minimnya lampung penerangan di Jalur Lingkar Timur membuat sebuah mobil avanza berwarna hitam mengalami keluar jalur hingga terperosok ke kebun milik warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil avanza bernomor polisi F 1235 UI tersebut melaju dari arah Bandung menuju Sukabumi dengan kecepatan cukup tinggi dan tengah kejar-kejaran dengan pengguna sepedah motor.

Namun, diduga akibat minimnya penerangan jalan, dan rambu lalulintas, kendaraan pribadi tersebut keluar jalur hingga terperosok ke area perkebunan milik warga, tepatnya berada di dekat fly over jalur lingkar timur Cianjur.

“Kejadianya sekitar pukul 05.00 WIB, mobil tersebut memang dalam kecepatan yang tinggi, dan seperti sedang kejar-kejaran dengan pengguna sepeda motor,” terang Dadan Wildan (65) seorang warga.

Menurutnya, dalam kejadian kecelakaan tersebut tidak akan korban jiwa. Namun kendaraan baru bisa dievakuasi setelah mobil derek datang pada pukul 07.00 WIB.

“Warga sempat curiga kalau mobil tersebut adalah mobil curian yang sengaja di sembunyikan, namun sekitar pukuk 07.00 WIB pemiliknya datang dan ditemani oleh beberapa kerabatnya, dan petugas mobil derek. Evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 08.45 WIB,” Jelasnya.

Dadan menambahkan, di lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan tunggal atau kendaraan yang terperosok ke kebun. Pasalnya pada titik jalan menikung tersebut minim penerangan.

“Jadinya banyak pengendara yang lurus, padahal seharusnya berbelok. Makanya sering terjadi kendaraan terperosok ke kebun,” tutupnya.

(kim)